Pejuang Bambu Runcing dari Parakan
February 25, 2013
Parakan 27 September 1945, para pemuda yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat ( BKR ) mendapat informasi bahwa tentara Dai Nippon dari Magelang akan menyerbu dan membumihanguskan kota Parakan, untuk membalas dendam atas kematian 3 orang tentara Jepang yang tewas disergap BKR-AMRI di Parakan, beruntung pada saat yang mencekam itu Pasukan Inggris datang ke Indoinesia untuk melucuti persenjataan Tentara Jepang.
Masyarakat mengelu-elukan para pejuang yang datang ke kota Parakan ( 1945 )
Hari Selasa Kliwon di bulan Oktober 1945 bambu wulung tersebut disepuh oleh Kyai Sumomihardho untuk dijadikan senjata, berita dengan cepat menyebar ke segala penjuru, sedikitnya ada 40 pemuda dari Parakan Kauman datang berbondong-bondong menyepuh bambu runcing, dan menerima gemblengan-gemblengan bathin.
- Gerakan Bambu Runcing di beri nama Barisan Bambu Runcing atau Barisan Muslimin Indonesia (BMT)
- Untuk menjalankan aktivitasnya BMT bermarkas ( sekarang di Jl Kosasih ) di sebuah rumah milik seorang warga keturunan Tiong Hwa
- Dengan semakin banyaknya pejuang yang datang ke Parakan, penyepuhan bambu runcing dilakukan di markas BMT
- Membentuk kepengurusan BMT dengan susunan sebagai berikut:
- Pelindung : Sutikwo, Sastrodiprodjo dan Mangunredjo
- Penasehat : KH. Subchi, KH Abu Amar, KR Sumomihardho, KH Abdurrahman, KH Nahrowi dan K. Zaenal Abidin CH
- Ketua : KH Nawawi, K. Ali dan K. UH Sya’ban
- Sekretaris : Sukarman Abdurrahman dan Badrudin
- Bendahara : H. Ridwan, Mad Suwardi dan H. Afandi
- Pembantu : Syahid Baidhowi, K. Kasful Anwar, K Sjuti Thohir dan Adham
- Seksi Perlengkapan : Sumarno, Wirjoari, Dullah Gembel dan Muh Dajat
- Seksi Keamanan : Nur Afandi, H. Mukri dan Djumali
- Seksi Penerangan : Syahid Baidhowi dan Sajuti Thohir
- Seksi Organisasi : Badrudin
Do’a dan derai air mata membasahi segenap warga kota Parakan melepas kepergian para pemuda gagah berani itu ke medan laga di Ambahrawa berbekal senjata seadanya dan bambu runcing, kabar selanjutnya yang terdengar adalah beberapa dari putra terbaik bangsa itu gugur, tetesan darah dan hujan air mata semakin membasahi bumi pertiwi, demi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini, masihkah kita ingin menghianati perjuangan mereka dengan mencabik-cabik NKRI, hanya bangsa yang besar yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.
Petani Pembuat Bata Merah dari Wadas, Kandangan , Temanggung
January 18, 2013
Penulis berkesempatan melihat langsung para Petani yang membuat Bata Merah dari Tanah liat dari Desa Wadas , Kecamatan Kandangan , kabupaten Temanggung , Daerah Kecamatan Kandangan banyak dari para petani membuat Bata Merah sebagai tambahan mata pencaharian selain bertani dan berkebun. Kualitas Bata Merah dari tempat ini cukup bagus karena pembakaran Bata sudah memakai kayu dari sisa limbah Industri penggergajian kayu. dari informasi yang didapat pembakaran dengan kayu lebih merata dan dapat diatur untuk suhu panasnya dari pada menggunakan skam padi pada umumnya.
Dari perbincangan penulis dengan petani untuk harga 1 bata merah yang sudah jadi seharga Rp.500,- di lokasi . keindahan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah tidak ada habisnya, inilah Fotografi Petani Pembuat Bata Merah dari Wadas, Kandangan , Temanggung ;
Lokasi Pembuatan Bata Merah adalah di Tengah Sawah
Lokasi Kerja di Lihat dari Dekat…
dari Tempat kerja inilah bata Merah di buat …
Dari tanah bumi pala Temangung inilah Petani mencipta karya seni….
Lokasi Pembakaran Bata Merah dan inilah Kayu sisa limbah dari pengergajian Kayu
Bata di cetak dan siap di bakar…
Penulis Menyebut-nya Karya Seni…. karena dari sinilah Bangunan Indah Tercipta.
ditulis oleh: Agung Biantoro
Temanggung Tempo Dulu
December 24, 2012
ini adalah sajian Fotografi dari penulis yang di dapatkan dari Netherlands Institute pada masa penjajahan di Kabupaten Temangung.
Foto -foto Temanggung Tempo Doeloe ini di ambil antara tahun 1910 s/d 1930 dimana merupakan masa kejayaan belanda di indonesia.
Foto Temanggung Tempo Dulu part 1
Judul Murid, Sekolahan, Guru, Temanggung
Tahun Pembuatan 1910
sumber Netherlands Institute
Foto Temanggung Tempo Dulu part 2
Pikatan Temanggung Tempo doeloe
Foto Pemandian Pikatan Temanggung
di buat tahun 1930
dari gambarnya masih terlihat jelas model kolam renang Pikatan Temanggung, semoga tidak melupakan bangunan awal dalam pembangunannya.
Patung Perunggu dari Kedu Temanggung
Patung perempuan dari perungggu abad kedelapan ditemukan di Kedu , Temanggung, Indonesia
Sekarang Patung ini berada di Museum Batavia Society (Museum Nasional / Museum gajah di Jakarta)
Foto Tahun 1937
Wajah Petani Temanggung
Wajah Petani Temanggung (lokasi Kabupaten Temanggung)
Foto Judul Kolam Renang

Keterangan
Rumah Asisten Louis Henry Eduard Schoonheyt di Temanggoeng di bawahnya terdapat kolam (gambar kurang jelas mungkin terlalu lama)
Tahun di buat Agustus 1924
Foto Judul Sungai di Gunung Sumbing Temanggung

Keterangan :
Pengambilan poto ini diatas Gunung Sumbing
Tahun di buat Juli 1921
Lanjutan lihat : Temanggung Tempo doeloe ke 2
Pat Bie To , Legenda dari Parakan Temanggung
November 29, 2012
Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) di buat Tahun 1933
Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) Merupakan kisah tragedi 8 perempuan yang menggegerkan masyarakat kalangan Tionghoa dan benar-benar terjadi di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Parakan pada tahun 1930-an. Kejadian tersebut kemudian di bukukan dengan judul “Pat Bie To” sebelum diproduksi tahun 1933 ke layar lebar.
Buku
Roman PAT BIE TO : Kota Parakan Atawa Dlapan Penjeret Jang Oeloeng
Oleh : Hauw Lian Oen
Penerbit : Kantoor “POPULAIR”, Tasikmalaja
Isi : 73 Halaman
Film
Produser:
The Teng Chun
Sutradara:
The Teng Chun
Penulis naskah:
The Teng Chun
Perusahaan film:
Cino Motion Pictures
Kisah nyata ini berawal, pada tahun 1920 an disebuah Kota kecil Parakan Kabupaten Temanggung, Alkisah ada seorang wanita yang lumayan cantik, yang sudah bersuami, Tjioe Kiem Nio namanya. oleh karena kecantikan Tjioe Kiem Nio itulah membuat, Seorang Hartawan bernama Liem Ma Hay seorang pendatang dari kota Bogor itu jatuh cinta setengah mati, dan dia menjanjikan akan menikahinya serta hidup berdua bahagia, dan setelah dia berhasil merebut dari suaminya ,maka Tjioe Kiem Nio menjalani hidup berdua bersama Liem Ma Hay tanpa diketahui oleh sang istri, (back street).
Dilain cerita, Syech Giap Nio, seorang wanita yang cantik,periang usia 26 tahun, bersama Pembantunya Esah yang centil, berhasil digaet oleh pemuda Djie Tjeng Gook, yang konon dia seorang pengangguran hasil merebut dari Suaminya Hoo Liang Siem.
Dalam waktu yang tidak jauh berbeda, Hoedjin Tek Kong, juga kena goda oleh pemuda Tan Oen Ling, di waktu yang hampir bersamaan pula, Empat perempuan , Elsje,Doortje,Meentje dan Toona, terkena kibulan empat laki-laki tak bertanggung jawab,yang menyebabkan mereka berempat ,pergi jauh ke kota Magelang tanpa bekal sedikitpun, dan pergi tanpa pesan karena menanggung malu pada keluarganya, dan tanpa disengaja mereka berempat bertemu dengan sobat lamanya yaitu,Tjioe Kiem Nio, yang ternyata Tjioe Kiem Nio telah di usir dengan kejam oleh Ma Hay, dan menjalani hidup sebagai wanita penghibur,sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio, hidup menderita karena penyakit kotor, yang membuat ia bertobat, sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio membuat surat untuk Papa ibunya, dan Papa ibunya keduanya menyusul di Rumah sakit, dan akhirnya karena sakitnya sangat parah sehingga Tjioe Kiem Nio, menghembuskan nafas yang terakhir, atau meninggalkan dunia selama-lamanya.
sumber : dari berbagai sumber
Fotografi Temanggung on FB Part1
November 29, 2012
Grup TemanggungCity on Facebook telah lama hadir dan banyak dari anggotanya yang mengirimkan Foto-Foto yang menarik untuk dilihat Tentang Keindahan Kabupaten Temanggung Saat ini.
Bagi Kadang Temanggung di peratauan atau berada di Temanggung saat ini pasti merasa kangen dengan Bumi Pala Temanggung bisa melihat Fotografi Temanggung kiriman dari teman-teman, dan lebih menarik lagi bila bisa bergabung di Grup TemanggungCity on Facebook.
inilah Fotografi Temanggung on FB Part 1
L Adji Saloko. Di depan kantor bupati….
L Adji Saloko. Saat malam tiba disalah satu sudut Temanggung
Dudu Gondo GodMissyou. Pasar minggu temanggung
KRAPDA Temanggung 2012
November 29, 2012
Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah (Krapda) 2012 di Temanggung telah selesai pada Tanggal 25 November 2012 , di selenggarakan selama dua hari mulai 24 November 2012 sampai 25 November 2012 di Pikatan Waterpark Temanggung, acaranya sangat padat sebanyak 767 atlet renang dari 53 perkumpulan se-Jawa Tengah ikut serta pada acara ini.
Acara ini juga merupakan agenda tahunan, juga dalam rangka meperingati Hari Jadi Ke-178 Kabupaten Temanggung yang bertepatan pada 10 November pada tiap Tahunnya.
Mempertandingkan 66 nomor pertandingan, untuk memperebutkan 486 medali. KRAPDA Temanggung merupakan salah satu babak kualifikasi PORPROV 2012 dan ajang pemanasan menuju Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi)
inilah sebagian Foto-foto Acara KRAPDA Temanggung 2012
Pembukaan Oleh Bapak Bupati Temanggung
Foto – Foto Temanggung Tempo Dulu
June 2, 2011
Lama Ngga Posting di blog ini banyak cerita tentang Kadang Temanggungan di Penjuru dunia
waktu balik Temanggung kaget lihat TV sebesar Gaban
ada di alon-alon Temanggung, asik juga sih lihat bola waktu Final Indonesia Vs Malaysia. di alon-alon Temangung jadi bisa nonton bareng. Ternyata kalau siang TV nya berisi Iklan dan Info Pemerintah Temanggung dan Salah satunya Gambar Jadul di Blog ini, seneng Blog Temanggung City bisa menjadi bagian dari Kabupaten Temanggung dan sedih yang punya blog ngga bisa tenar
[just joke, saya menulis untuk berbagi cerita dan bersahabat] , untuk postingan baru penulis belum bisa update karena belum balik ke Temanggung, salam persahabatan buat Kadang temanggung se- Indonesia Raya
untuk foto jadul lihat di sini































