Pat Bie To , Legenda dari Parakan Temanggung

November 29, 2012

Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) di buat Tahun 1933

Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) Merupakan kisah tragedi 8 perempuan yang menggegerkan masyarakat kalangan Tionghoa dan benar-benar terjadi di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Parakan pada tahun 1930-an. Kejadian tersebut kemudian di bukukan dengan judul “Pat Bie To” sebelum diproduksi tahun 1933 ke layar lebar.

Buku

Roman PAT BIE TO : Kota Parakan Atawa Dlapan Penjeret Jang Oeloeng

Oleh : Hauw Lian Oen
Penerbit : Kantoor “POPULAIR”, Tasikmalaja
Isi : 73 Halaman

Film

Produser:
The Teng Chun
Sutradara:
The Teng Chun
Penulis naskah:
The Teng Chun
Perusahaan film:
Cino Motion Pictures

Kisah nyata ini berawal, pada tahun 1920 an disebuah Kota kecil Parakan Kabupaten Temanggung,  Alkisah ada seorang wanita yang lumayan cantik, yang sudah bersuami, Tjioe Kiem Nio namanya. oleh karena kecantikan Tjioe Kiem Nio itulah membuat, Seorang Hartawan bernama Liem Ma Hay seorang pendatang dari kota Bogor itu jatuh cinta setengah mati, dan dia menjanjikan akan menikahinya serta hidup berdua bahagia,  dan setelah dia berhasil merebut dari suaminya ,maka Tjioe Kiem Nio menjalani hidup berdua bersama Liem Ma Hay tanpa diketahui oleh sang istri, (back street).
Dilain cerita, Syech Giap Nio, seorang wanita yang cantik,periang usia 26 tahun, bersama Pembantunya Esah yang centil, berhasil digaet oleh pemuda Djie Tjeng Gook, yang konon dia seorang pengangguran hasil merebut dari Suaminya Hoo Liang Siem.
Dalam waktu yang tidak jauh berbeda, Hoedjin Tek Kong, juga kena goda oleh pemuda Tan Oen Ling, di waktu yang hampir bersamaan pula, Empat perempuan , Elsje,Doortje,Meentje dan Toona, terkena kibulan empat laki-laki tak bertanggung jawab,yang menyebabkan mereka berempat ,pergi jauh ke kota Magelang tanpa bekal sedikitpun, dan pergi tanpa pesan karena menanggung malu pada keluarganya,  dan tanpa disengaja mereka berempat bertemu dengan sobat lamanya yaitu,Tjioe Kiem Nio, yang ternyata Tjioe Kiem Nio telah di usir dengan kejam oleh Ma Hay, dan menjalani hidup sebagai wanita penghibur,sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio, hidup menderita karena penyakit kotor, yang membuat ia bertobat, sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio membuat surat untuk Papa ibunya, dan Papa ibunya keduanya menyusul di Rumah sakit, dan akhirnya karena sakitnya sangat parah sehingga Tjioe Kiem Nio, menghembuskan nafas yang terakhir, atau meninggalkan dunia selama-lamanya.

 

sumber : dari berbagai sumber

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: