Penulis berkesempatan melakukan perjalanan Desa Pager Gunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung, desa ini mempunyai ketinggian Elevasi 1300 m dari permukaan laut, merupakan salah satu desa yang berada di puncak gunung Sumbing Jawa Tengah.

Dari namanya Pager Gunung dalam bahasa jawa berarti pagarnya gunung sumbing. keindahan kota dapat dilihat dari desa ini.

Perjalanan di atas awan

Hamparan Pohon Tembakau berkualitas di Temanggung

Tembakau kualitas super yang sering di sebut srintil dapat di lihat disini, prioritas masarakat di desa ini adalah menanam tembakau tiap tahunnya. perjalanan di bulan agustus ini penulis melihat beribu ribu hektar tanaman tembakau di wilayah lereng gunung sumbing ini.

tembakau temanggung

tembakau temanggung

Bulu-20140811-01544

Bulu-20140811-01543

Negeri Tembakau

Bulu-20140811-01542

Perjalanan di atas awan

Perjalanan di atas awan

Bulu-20140811-01547

hutan lindung di atas desa pager gunung masih di rawat dengan baik, disini masih banyak tanaman asli temanggung seperti pohon walitis dan lain-lain.

Pohon Walitis

Pohon Walitis

ada pertapaan yang masih terawat rapi dalam hutan ini dan merupakan sejarah dari berdirinya desa pagergunung. untuk acara penting seperti tahun baru islam masyarakat desa berkumpul disini untuk berdoa dan makan tumpengan dalan adat jawa.

tempat pertapaan di pager gunung

tempat petilasan Plebengandi pager gunung

Warga desa memiliki tradisi khas “Wilujengan”, yakni ziarah dan tahlil ke makam para sahabat Ki Ageng Makukuhan di petilasan Plebengan, yang terletak 1,5 m dari dusun Cepit Desa Pager Gunung. Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 21 Ramadhan.

Pohon tak bernama, kata pak kades dari dulu ukuran pohon ini tidak berubah

Perjalanan dari kota temanggung sampai tempat ini tidak sampai satu jam, yuk jalan jalan

Advertisements

Parakan 27 September 1945, para pemuda yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat ( BKR ) mendapat informasi bahwa tentara Dai Nippon dari Magelang akan menyerbu dan membumihanguskan kota Parakan, untuk membalas dendam atas kematian 3 orang tentara Jepang yang tewas disergap BKR-AMRI di Parakan, beruntung pada saat yang mencekam itu Pasukan Inggris datang ke Indoinesia untuk melucuti persenjataan Tentara Jepang.

parakan 2

Masyarakat mengelu-elukan para pejuang yang datang ke kota Parakan ( 1945 )

Namun keberuntungan itu tak berlangsung lama, karena para pejuang harus menghadapi musuh baru yaitu tentara Inggris yang membawa pasukan khusus Gukha dan tentara dari NICA ( Belanda yang membonceng Inggris )
Situasi memburuk, pertempuran pecah dimana-mana dengan persenjataan yang tidak seimbang, BKR dan AMRI yang hanya membawa senjata rampasan Jepang, tombak, parang, panah dan granat gombyok buatan Muntilan harus menghadapi persenjataan modern dari Gurkha dan NICA, tidak sedikit korban berjatuhan.
Seorang Kyai kharismatik di Parakan yaitu Kyai R. Sumomihardho prihatin melihat hal itu, lewat Abdurrahman bin Subchi beliau memanggil para pemuda diantaranya Abu Jazid, Anwari, Chawari, Ismail, Ichsan, Abu Dzar, Istachori, Djamil, Nur Salim, Nurdin, Supri, Suharto, Subari, Mat Bandoi, Sunaryo dan Suroyo untuk mencari bambu wulung, akhirnya para pemuda itu mendapat bambu wulung dari Pawiroredjo penduduk kampung Jetis, dengan petunjuk Kyai bambu tersebut dipotong-potong tepat saat bedug dzuhur berbunyi.
parakan
Para pejuang memasuki kota Parakan  1945

Hari Selasa Kliwon di bulan Oktober 1945 bambu wulung tersebut disepuh oleh Kyai Sumomihardho untuk dijadikan senjata, berita dengan cepat menyebar ke segala penjuru, sedikitnya ada 40 pemuda dari Parakan Kauman datang berbondong-bondong menyepuh bambu runcing, dan menerima gemblengan-gemblengan bathin.

Sejak saat itu setiap hari Selasa Kliwon para pejuang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur datang ke kota Parakan, kehebatan Bambu Runcing telah mengundang mereka, sehingga kota Parakan menjadi kota yang padat dengan para pejuang, setiap hari ribuan pemuda datang, kereta api jurusan Parakan – Temanggung – Magelang – Yogyakarta menjadi padat oleh para pemuda, karena perjalanan darat lewat jalan raya tidak mungkin di tempuh, sepanjang jalan menuju Parakan telah dilobangi, jembatan-jembatan telah diputus oleh pejuang untuk menghambat mobilisasi musuh, tidak sedikit dari para pendatang yang sampai menginap di stasiun kereta api, menumpang di rumah penduduk atau di tempat penyepuhan.
Melihat banyaknya pejuang yang datang, Kyai R Sumomihardho memindahkan tempat penyepuhan ke lokasi yang lebih luas dan membagi tugas kepada ulama’ lain, KH Abdurrahman di beri tugas memberi asma’ nasi di beri gula pasir untuk kekebalan, Kyai Ali menerima tugas memberi asma’ banyu wani untuk sugesti keberanian dan menghilangkan rasa capai, Kyai Subchi bertugas memberi do’a, dan Kyai R Sumodihadho sendiri menyepuh bambu runcing serta memberikan petuah-petuah dan do’a.
Tanggal  27 Nopember 1945 terjadi pertemuan di Pendopo Kawedanan Parakan antara Bupati Temanggung Sutikwo dengan para ulama’ dan tokoh masyarakat, untuk membahas pendudukan Tentara Sekutu di Magelang, jarak antara Temanggung dan Magelang sangatlah dekat, hal itulah yang membuat pimpinan pemerintahan di Temanggung itu khawatir, maka diadakanlah pertemuan itu di Parakan, dengan alasan kota Parakan  masih dikuasai BKR dan para pejuang lain, pertimbangan lain untuk mencapai Parakan Tentara Sekutu harus melewati rintangan di 3 Jembatan yaitu di Kali  Progo, Kali Kuas dan Kali Galeh.
Diantara yang hadir dalam pertemuan itu selain Bupati Sutikwo antara lain para ulama’ Kyai R Sumomihardho, KH Subchi, KH Nawawi, KH Abdurrahman, KH Abu Amar, K. Ridwan, K. Ali, K.Sya’ban, K. Salim, K. Sahid Baidhowi serta para umaro’ Wedono Parakan Sastrodiprodjo, Camat Parakan Mangunredjo, H. Sukirman ( Masyumi ), KH. Siradj dari Payaman Magelang ( MIAI ).
Dari pertemuan-pertemuan selanjutnya menghasilkan 4 keputusan:
  1. Gerakan Bambu Runcing di beri nama Barisan Bambu Runcing atau Barisan Muslimin Indonesia (BMT)
  2. Untuk menjalankan aktivitasnya BMT bermarkas ( sekarang di Jl Kosasih ) di sebuah rumah milik seorang warga keturunan Tiong Hwa
  3. Dengan semakin banyaknya pejuang yang datang ke Parakan, penyepuhan bambu runcing dilakukan di markas BMT
  4. Membentuk kepengurusan BMT dengan susunan sebagai berikut:
    • Pelindung   : Sutikwo, Sastrodiprodjo dan Mangunredjo
    • Penasehat  : KH. Subchi, KH Abu Amar, KR Sumomihardho, KH Abdurrahman, KH Nahrowi dan K. Zaenal Abidin CH
    • Ketua        : KH Nawawi, K. Ali dan K. UH Sya’ban
    • Sekretaris  : Sukarman Abdurrahman dan Badrudin
    • Bendahara : H. Ridwan, Mad Suwardi dan H. Afandi
    • Pembantu  : Syahid Baidhowi, K. Kasful Anwar, K Sjuti Thohir dan Adham
    • Seksi Perlengkapan : Sumarno, Wirjoari, Dullah Gembel dan Muh Dajat
    • Seksi Keamanan     : Nur Afandi, H. Mukri dan Djumali
    • Seksi Penerangan    : Syahid Baidhowi dan Sajuti Thohir
    • Seksi Organisasi      : Badrudin
Beberapa hari setelah terbetuknya BMT, datanglah para pejuang dari Banyumas menyepuh bambu runcing dan memohon do’a para kyai untuk melakukan penyerbuan ke Ambahrawa, melihat semangat para pejuang Banyumas itu maka tergerak para pejuang Parakan yang tergabung dalam Laskar Hibullah untuk bergabung dalam penyerbuan ke Ambahrawa.

Do’a dan derai air mata membasahi segenap warga kota Parakan melepas kepergian para pemuda gagah berani itu ke medan laga di Ambahrawa berbekal senjata seadanya dan bambu runcing, kabar selanjutnya yang terdengar adalah beberapa dari putra terbaik bangsa itu gugur, tetesan darah dan hujan air mata semakin membasahi bumi pertiwi, demi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini, masihkah kita ingin menghianati perjuangan mereka dengan mencabik-cabik NKRI, hanya bangsa yang besar yang bisa menghargai jasa para pahlawannya.

Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) di buat Tahun 1933

Pat Bie To (Delapan Wanita Cantik) Merupakan kisah tragedi 8 perempuan yang menggegerkan masyarakat kalangan Tionghoa dan benar-benar terjadi di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Parakan pada tahun 1930-an. Kejadian tersebut kemudian di bukukan dengan judul “Pat Bie To” sebelum diproduksi tahun 1933 ke layar lebar.

Buku

Roman PAT BIE TO : Kota Parakan Atawa Dlapan Penjeret Jang Oeloeng

Oleh : Hauw Lian Oen
Penerbit : Kantoor “POPULAIR”, Tasikmalaja
Isi : 73 Halaman

Film

Produser:
The Teng Chun
Sutradara:
The Teng Chun
Penulis naskah:
The Teng Chun
Perusahaan film:
Cino Motion Pictures

Kisah nyata ini berawal, pada tahun 1920 an disebuah Kota kecil Parakan Kabupaten Temanggung,  Alkisah ada seorang wanita yang lumayan cantik, yang sudah bersuami, Tjioe Kiem Nio namanya. oleh karena kecantikan Tjioe Kiem Nio itulah membuat, Seorang Hartawan bernama Liem Ma Hay seorang pendatang dari kota Bogor itu jatuh cinta setengah mati, dan dia menjanjikan akan menikahinya serta hidup berdua bahagia,  dan setelah dia berhasil merebut dari suaminya ,maka Tjioe Kiem Nio menjalani hidup berdua bersama Liem Ma Hay tanpa diketahui oleh sang istri, (back street).
Dilain cerita, Syech Giap Nio, seorang wanita yang cantik,periang usia 26 tahun, bersama Pembantunya Esah yang centil, berhasil digaet oleh pemuda Djie Tjeng Gook, yang konon dia seorang pengangguran hasil merebut dari Suaminya Hoo Liang Siem.
Dalam waktu yang tidak jauh berbeda, Hoedjin Tek Kong, juga kena goda oleh pemuda Tan Oen Ling, di waktu yang hampir bersamaan pula, Empat perempuan , Elsje,Doortje,Meentje dan Toona, terkena kibulan empat laki-laki tak bertanggung jawab,yang menyebabkan mereka berempat ,pergi jauh ke kota Magelang tanpa bekal sedikitpun, dan pergi tanpa pesan karena menanggung malu pada keluarganya,  dan tanpa disengaja mereka berempat bertemu dengan sobat lamanya yaitu,Tjioe Kiem Nio, yang ternyata Tjioe Kiem Nio telah di usir dengan kejam oleh Ma Hay, dan menjalani hidup sebagai wanita penghibur,sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio, hidup menderita karena penyakit kotor, yang membuat ia bertobat, sampai pada akhirnya Tjioe Kiem Nio membuat surat untuk Papa ibunya, dan Papa ibunya keduanya menyusul di Rumah sakit, dan akhirnya karena sakitnya sangat parah sehingga Tjioe Kiem Nio, menghembuskan nafas yang terakhir, atau meninggalkan dunia selama-lamanya.

 

sumber : dari berbagai sumber

 

REUNI AKBAR 50 TAHUN SMAN I TEMANGGUNG
“Together in Harmony”

ACARA :
SMANSA FAIR 24 – 28 Juni 2009
– Pameran Multi Media (IT)
– Bazaar Buku
– Pameran Lukisan
– Parade Band
– Festival Kuriner Khas Temanggung
OLIMPIADE FISIKA, MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS TINGKAT
SLTP
24 – 27 Juni 2009
LOMBA LARI 5 KM TINGKAT SLTA SE KAB. TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
LOMBA MENULIS KARYA ILMIAH TINGKAT SLTP, SLTA DAN
MAHASISWA SE KAB. TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
LOMBA PIDATO BAHASA INGGRIS TINGKAT SLTA SE KAB.
TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
SEMINAR PENDIDIKAN, KEPEMIMPINAN, IT SERTA PERTANIAN DAN
LINGKUNGAN HIDUP
24 – 27 Juni 2009
BAKTI SOSIAL, 24 – 27 Juni 2009
– Khitanan Massal
– Anjangsana ke Panti Asuhan
JALAN SANTAI, 27 Juni 2009
MUKERNAS PASMAN, 27 Juni 2009
ANJANGSANA, 27 Juni 2009
– Tali asih kepada mantan guru, pegawai TU dan penajaga sekolah
– Pemberian Cinderamata kepada guru
PERESMIAN PERPUSTAKAAN “THE YOU GWAN”
28 Juni 2009
PENTAS SENI DAN BUDAYA, 28 Juni 2009
Guna mensukseskan acara ini, partisipasi dan sumbangan dapat dikirimkan melalui
rekening panitia :
– Bank mandiri K.C Kebayoran Lama, Jakarta. No. rek : 1010005581309 An. Hendro
Darmojuwono
– Bank BCA, K.C Palmerah, Jakarta. No. rek : 2291191080 An. Hendro Darmojuwono
SEKRETARIAT :
– JAKARTA, Villa Galaxi, Blok A1 – 18 Bekasi Selatan, Phone : (021) 8206838, HP :
08129636347, Fax : (021) 57853377
– TEMANGGUNG, Bagian Pemerintahan Umum Setda Kab. Temanggung, Jl. A. Yani
No. 32, Phone : (0293) 491004 pesawat 1321.

tanggal 16 April 2009 sampai dengan 18 April 2009 bertempat di Pendopo Pengayoman, Rapat Pleno Terbuka Dalam Rangka Rekapitulasi Penghitungan Suara ditutup oleh Drs, Sujatmiko selaku Ketua KPU tepat pukul 17.00 Wib.
Ketua KPU Temanggung, Drs. Sujatmiko memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara dari KPPS, PPS dan PPK atas kerja keras selama melaksanakan Pemilu 9 April 2009 di mana telah menunjukkan dedikasinya dengan bekerja secara terus menerus Demikian pula, ketika proses rekapitulasi di PPK semua penyelenggara telah bekerja secara maraton yang dimulai dari pagi dan berakhir sampai dengan pagi dinihari lagi hari berikutnya. Tanpa kerja keras dari mereka, Pemilu kali ini tidak akan berlangsung dengan sukses
Dari penghitungan akhir sementara sebanyak sepuluh partai mendapatkan kursi DPRD yang berjumlah 45 kursi yakni
Partai Hanura 3 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Partai PKS 1 kursi, Partai PAN 7 kursi, PartaiPKB 6 kursi, Partai Golkar 6 kursi, PPP 5 kursi, PDIP 7 kursi, Demokrat 5 kursi dan PKNU 2 kursi.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil unggul dengan jumlah 64.233 suara urutan nomor dua diperoleh Partai Golkar dengan 49.540 suara. Sedangkan PAN diurutan nomor tiga dengan perolehan 48.819 suara namun perolehan kursinya lebih banyak dari Partai Golkar yaitu 7 kursi. Perolehan suara lainnya Partai Demokrat 42.448 suara, PPP 41.528 suara, PKB 41.243 suara, PKNU 25.141 suara, Hanura 23.921 suara, PKS 21.457 suara dan Gerindra 19.020 suara.
Persaingan ketat terjadi di Daerah Pemilihan (Dapel) 1 untuk Kecamatan Temanggung, Tembarak, Selopampang, dan Tlogomulyo. Sembilan kursi dibagi habis oleh sembilan partai kecuali Partai Hanura. Sedangkan di Dapel 2 dan 3, PAN memperoleh masing-masing dua kursi. PDIP memperoleh dua kursi di Dapel 2 dan Demokrat memperoleh dua kursi di Dapel 4.
Jika dibandingkan dengan perolehan jumlah kursi pada pemilu tahun 2004, maka Partai Golkar kehilangan 5 kursi, PDIP kehilangan 2 kursi, PPP kehilangan 1 kursi, PKS kehilangan 3 kursi. Dua partai yakni PAN menambah 2 kursi dan Demokrat menambah 4 kursi. Sedangkan PKB tetap pada 6 kursi. Tiga Partai baru akan memperoleh kursi di DPRD yakni Partai Hanura, Partai Gerindra dan PKNU.
Menurut Sekretaris KPUD Temanggung, Drs. Witarso SP, penghitungan sebelumnya telah dilakukan di masing-masing PPK selama 5 hari. Selanjutnya hasil rekapitulasi di PPK dilanjutkan di tingkat KPU yang berakhir pada tanggal 18 April lalu. Selama penghitungan tidak ada kendala yang berarti yang ditunjukkan dengan ditandatanganinya hasil rekapitulasi oleh semua saksi-saksi dari partai politik.

info kputemanggung

Rapelan PNS Temanggung

April 27, 2009

Disebutkan sesuai dengan surat Bupati yang ditandatangani Bendahara Umum Daerah Nomor 900/03544 tanggal 13 Desember 2008 tentang pembayaran rapel gaji.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pembayaran rapel gaji mulai tahun 2009 akan dibayarkan dalam tiga kali setiap tahunnya yaitu pada bulan Pebruari, Juni dan Oktober.
Pembayaran pada bulan Pebruari untuk rapel bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun sebelumnya. Pembayaran bulan Juni untuk rapel bulan januari sampai dengan bulan Mei tahun berjalan. Dan pembayaran bulan Oktober untuk rapel bulan Juni sampai dengan bulan September tahun berjalan.
Rapel gaji dalam surat tersebut meliputi kenaikan gaji pokok, kenaikan pangkat, kenaikan jabatan, kenaikan gaji berkala, uang duka, dan lain-lain. Surat tersebut sudah diedarkan ke semua SKPD se Kabupaten Temanggung pada awal tahun 2009 yang lalu.

info temanggungkab.go.id

Memasuki masa tenang hari pertama tanggal 6 April 2009, Panitia Pengawas Pemilu

(Panwaslu) Kabupaten Temanggung dengan didukung Dinas/Instansi terkait langsung action menertibkan atribut Partai Politik yang dipasang di setiap sudut kota maupun kecamatan.

Dengan melibatkan Dinas/Instansi terkait seperti Satpol PP, DPU, Kesbangpol linmas dan KPU, penertiban dibagi dalam 2 tim dengan susunan masing-masing tim adalah : Tim 1 yang terdiri dari Panwaslu, KPU Satpol PP dan Kesbangpol linmas dengan route dari Kecamatan Pringsurat, Pare, Kota Temanggung dan Kecamatan Bulu; sedangkan Tim 2 yang terdiri dari Panwas, Satpol PP, Kesbangpol linmas serta didukung oleh tenaga harian lepas yang dibiayai oleh Panwaslu menertibkan atribut Parpol di route Kecamatan Kedu, Parakan, Kecamatan Ngadirejo dengan menyisir pinggiran Kota Temanggung dari arah barat.

Pengamatan KPU Kabupaten Temanggung sudah banyak Parpol yang berinisiatif menertibkan atributnya masing-masing sejak Minggu malam sekitar jam 20.00 Wib, karena dipihak KPU sendiri sejak jam 19.30 Wib sudah mencabuti bendera Parpol yang dipasang oleh KPU di 8 titik, yaitu di Kecamatan Kranggan 1 titik, Kota Temanggung 4 titik, Kecamatan Kedu 1 titik, Kecamatan Parakan 1 titik dan Kecamatan Ngadirejo 1 titik.

Keseluruhan atribut yang ditertibkan oleh tim gabungan yang dikoordinir Panwaslu disimpan di Kantor Panwaslu yang beralamat di BLK Maron Jalan Gajah Mada Nomor 76 Temanggung dan bagi Parpol yang masih akan membutuhkan dapat mengambilnya di Kantor Panwaslu.

Info kpu Temanggung

Tulisan ini bisa di lihat di disini