Guntur Soehardjanto

March 5, 2009

guntur

Guntur Soehardjanto, sutradara kelahiran Temanggung (Jawa Tengah) pada tahun 1976 silam. ia adalah seorang sutradara asal Indonesia. Film sinetron kelima arahannya, Juli di Bulan Juni, berhasil meraih sembilan penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2005, termasuk Sutradara Terbaik. Selain Juni di Bulan Juli, FTV lainnya yang berjudul SEBATAS AKU MAMPU juga meraih penghargaan sebagai Best Film di FFI 2006. Karya FTV lainnya yang berjudul UJANG PANTRY, meskipun tidak mendapatkan penghargaan, tetapi mendapatkan respon yang sangat positif dan memperoleh banyak penggemar. Guntur baru saja menyelesaikan film layar lebar pertamanya, yang berjudul OTOMATIS ROMANTIS. Rencananya film ini akan ditayangkan di bioskop pada Januari 2008. Film ini dibintangi Tora Sudiro dan Marsha Timothy

foto http://www.whatzup-online.com

Advertisements

94px-bambang_sudibyo

lahir di Temanggung pada 8 Oktober 1952
Ia adalah anak guru agama yang juga berprofesi sebagai petani tembakau dan padi di Temanggung. Bambang adalah anak kelima dari 11 bersaudara. Masa kecil bersama keluarga sampai beranjak remaja ia jalani di desa sekitar Temanggung.

Ia menempuh pendidikan dasar di kotanya, Temanggung. Setelah lulus SD kemudian masuk ke SMP Negeri 2 Temanggung dan melanjut ke SMA Negeri 1 Temanggung. Setiap pagi menuju sekolah ia mengayuh sepeda dari desa ke Temanggung.

Hingga Pada tahun 1972, saat ia berumur 18 tahun, akhirnya Bambang muda merantau ke kota Yogya mencari ilmu yang lebih tinggi. Ia diterima di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Orangtuanya habis-habisan mendukungnya dalam dana, padahal di keluarganya masih ada 6 adiknya, Tetapi dengan cita-cita yang tinggi semua itu ia jalani dengan semangat yang kuat. Syukurlah semua kesepuluh saudaranya dapat bersekolah semua hingga perguruan tinggi. Bambang berhasil menuntaskan kuliah S1 sebagai sarjana ekonomi dari UGM tahun 1977.

Ayahnya seorang guru yang memiliki idealisme yang tinggi luar biasa. Untuk ukuran pada waktu itu, ayahnya dikenal sebagai orang yang visioner, sebab tidak mungkin untuk seorang guru yang hanya memiliki beberapa hektar tanah berani menyekolahkan anaknya ke Yogya dan Semarang.

Ayahnya seorang yang mau melihat anaknya maju. Ketika ia dan saudara-saudaranya bersekolah, bisa dikatakan hampir seluruh penghasilan yang ada dalam keluarga, seluruhnya diberikan kepada anak-anaknya dan semua digunakan untuk menyiapkan mereka untuk hidup kemudian hari, terutama dalam mencapai ilmu pengetahuan. “Jadi begitu amat besar hutang kami kepada orangtua.” kenangnya.

Selesai dari bangku kuliah, ia mendapt tawaran untuk menjadi dosen di UGM. Sejak tahun 1978, Bambang pun mulai mengajar di almamaternya. Padahal waktu itu, sesungguhnya ia ingin sekali bekerja di Bank Indonesia dan bisa saja ia bekerja di BI, Depkeu, atau di bank-bank dan di bisnis besar. Karena tidak sulit bagi seorang sarjana akuntansi dalam memperoleh pekerjaan di Bank Indonesia, yang kesarjanaannya masih sangat langka. Hingga ada yang namanya tunjangan kelangkaan khusus untuk lulusan akuntansi.

Tetapi ia memilih menjadi dosen di UGM. Ayahnya sangat menginginkan ia menjadi dosen di UGM. Ia memilih jalan hidup ini oleh karena sikap hormat kepada ayah dan ibunya dan sebagai rasa ucapan terimakasih kepada orang tuanya yang telah membimbing dan dengan habis-habisan memberikan yang terbaik untuknya. Karena bagi ayahnya berprofesi sebagai dosen atau guru memiliki makna yang tinggi.

Bambang Sudibyo seorang Ph.D dalam administrasi bisnis dari University of Kentucky pada tahun 1985.
Bambang Sudibyo , seorang profesor, seorang menteri keuangan selama Pemerintahan Abdurrahman Wahid . kepercayaan dari Partai Mandat Nasional (PAN) pimpinan Amien Rais, Bambang adalah mantan ketua Asosiasi ekonom di Indonesia (ISEI) dan bendahara PAN. Sekarang Menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

info http://www.tokohindonesia.com

Obiet Idola Cilik

November 24, 2008

20112008374

Obiet Anak Kwaluhan Kel.Kertosari Kecamatan Temanggung yang sekarang bersekolah di SD Pangudi Utami ini sedang maju di pentas Idola Cilik RCTI. Obiet maju ke Idola Cilik lewat Yogyakarta, untuk kadang temanggungan bisa memberi suara agar Obiet maju kefinal Idola Cilik, mohon dukungan doa dan SMS-nya.
Dukung caranya ketik: IC (spasi) OBIET, KIRIM SMS KE 6288

obiet2

NAMA : Yb Obiet Panggrahito
TTL : Temanggung. 16 Juli 1998
SEKOLAH : SD Pangudi Utami
KELAS : Lima (V)
ALAMAT RUMAH : Kertosari. Temanggung
NAMA AYAH : Tatas Panggrahito
PEKERJAAN : Guru Honor ( Guru Kesenian)
NAMA IBU : Primasari
PEKERJAAN : Ibu Rumah Tangga
HOBBY : Menyanyi
CITA-CITA : Guru Musik
OBIET ITU : Anaknya pendiam tapi suka berteman

DOWNLOAD

ObietIdolaCilik2-AkuPastiKembali.mp3
Obiet_Track01.mp3
Gambar Obiet

A. E. Priyono

November 13, 2008

02-ae-priyono-f
A. E. Priyono adalah seorang peneliti (Deputy Riset) dari DEMOS Institute,Tokoh LSM, Mantan Redaktur Jurnal Prisma, Tergabung Dalam PIKATAN Temanggung
salah satu tulisannya berjudul Indonesia Post Soeharto Democracy Movement yang menceritakan mengenai gerakan demokrasi di Indonesia setelah jaman Soeharto.


Sejak berperan sebagai Mbok Dukun yang centil dan lucu dalam sendratari Nini Thowok, sosoknya mulai dikenal luas. Sejak itu pula namanya dibaptis menjadi Didik Nini Thowok
Terlahir di Temanggung dengan nama Kwee Tjoen An, berubah menjadi Didik dari ayah Hadiprayitno (Kwee Yoe Tiang).
SMA Negeri I Temanggung, jurusan paspal mas didik mulai berkembang ia pun terus menari dan menari setiap ada kesempatan, berguru dan berguru pada siapa pun yang ditemuinya. Salah seorang gurunya adalah Prapto Prasodjo, yang juga pengajar di padepokan tari milik penari senior Bagong Kussudiarjo di Yogyakarta.
Dengan bantuan dan bimbingan guru-gurunya itu, pada pertengahan 1971, Didik berhasil menciptakan koreografi tari sendiri, yang diberinya judul Tari Persembahan, yang merupakan gabungan gerak tari Bali dan tari Jawa. Inilah tarian pertama yang diciptakan Didik, yang ternyata menjadi awal dari sekian banyak kreasi tari yang diciptakannya di masa depan. Yang lebih mengesankan, Didik diberi kesempatan untuk mempersembahkan Tari Persembahan tersebut pada acara peresmian gedung baru sekolahnya, di Jalan Kartini, Temanggung, yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah waktu itu, H. Moenadi. Keesokan harinya, acara tersebut (termasuk tarian yang dipersembahkan Didik) muncul di koran Suara Merdeka. “Bagaimana aku tak bangga!” kenang Didik, dengan mata berbinar.

Dalam acara syukuran lulus SMA (1972), Didik tampil menari, membawakan Tari Batik. Di sinilah untuk pertama kalinya Didik tampil sebagai penari wanita. Berkebaya dan bersanggul, dengan luwes ia memamerkan gerakan-gerakan tari yang juga merupakan hasil karyanya sendiri itu.

dan sekarang tarian Mas Didik sudah sampai di seluruh duni dan membawa harum bangsa Indonesia dan Temanggung Khususnya. terus berkarya mas didik