Kerusuhan di Temanggung

February 14, 2011

Kerusuhan di Temanggung berita buruk… apa berita baik…

Berita buruk , Temanggung selalu menjadi Berita Nasional dengan beberapa kabar tentang Korupsi, Teroris dan terbaru Kerusuhan SARA. berita baik, karena Temanggung semakin dikenal, tidak seperti yang anda baca temanggung merupakan kota kecil yang menarik dengan keindahan panorama Alam Pegunungan dan budaya jawa yang menarik.  Teloransi Beragama yang baik, buktikan dan datang ke Temanggung Bersenyum.

Cerita di balik Kerusuhan  Temanggung

Kabupaten Temanggung kembali berduka dengan terjadinya kerusuhan di temanggung setelah sidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung terhadap tersangka Antonius Richmond Bawengan yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur.  Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai dengan tuntutan jaksa.

Awal Penangkapan

Pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur diketahui tertangkap tangan menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaran itu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H Bambang Suryoko.

Warga yang mengetahui perbuatan Richmond (Antonius Richmond Bawengan), bersama pengurus RT yang bernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota Polsek Kaloran, langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan ke Polres Temanggung.

Persidangan

Pada tanggal 21 November 2010. Oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).

Sidang pertama digelar pada tanggal 13 Januari 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan.

Sidang kedua digelar pada tanggal 20 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi

Sidang ketiga digelar pada tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.

Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai denga tuntutan jaksa.

Kerusuhan

Setelah pembacaan Vonis hukuman 5 (lima) tahun penjara terhadap tersangka Antonius Richmond Bawengan asal Manado yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur, MassaTerprovokasi sekolompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Suasana pun semakin ricuh. Aksi pecah kaca pun kemudian berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal, diikuti pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan. Tidak diketahui dari mana ban itu masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur Pengadilan (hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung sudah diperiksa dengan seksama oleh petugas menggunakan metal detector.



Sebuah mobil Polri milik kesatuan Dalmas bernomor 1803-IX bagian depannya juga terbakar. Tak jauh dari lokasi mobil Dalmas, mobil Daihatsu Carry berwarna silver bagian depannya tampak ringsek. Sebagian tembok pengadilan ada yang hancur.

Dua gereja dan satu sekolah Kristen “Graha Sakinah” di Temanggung menjadi sasaran amuk massa. Tak hanya membakar bangunan massa juga membakar enam motor dan tiga mobil yang ada di Gereja Pantekosta yang terletak di jalan S Parman, Temanggung

Pernyataan Bapak Bupati Temanggung

Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi menegaskan bahwa kerusuhan massa yang terjadi usai sidang penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan, pada Selasa 8 Februari 2011 kemarin bukan konflik antar agama tetapi kasus pidana murni. Oleh karena itu kepada segenap lapisan masyarakat diminta tenang dan tidak mudah terprovokasi.
Ia menyampaikan hal tersebut pada pertemuan dengan sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di rauang Gajah pendopo jenar Setda KabTemanggung Rabu kemarin  9 Februari 2011 . Hadir dalam kesempatan tersebut Danrem 072 Pamungkas Kolonel Kav Sumedy sekaligus mewakili Pangdam Diponegoro, Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), dan sejumlah tokoh agama.

tulisan dari berbagai sumber

2 Responses to “Kerusuhan di Temanggung”

  1. di_di Says:

    Barang siapa menanam maka dia yang menuai …. mengusik kedamaian aja …. apalagi masalah yang sangat sensitif …

  2. Taruna Christiawan Says:

    piss kadang temanggungan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: