Tradisi Nyadran di Temanggung

August 6, 2009

Menjelang bulan Ramadhan Tradisi Nyadran masih rmelekat di Desa – desa di Kabupaten Temanggung. Nyadran atau sadranan adalah tradisi Jawa Islam untuk ziarah makam para leluhur pada bulan penting yaitu Sya’ban atau Ruwah.

Ada yang menarik dalam prosesi Nyadran ini yaitu setiap keluarga dalam Desa atau Dusun membawa Kenduri yang berisi Ayam Ingkung (ayam yang dimasak untuh ) dan jajan pasar seperti apem dan ketan dan nasi tumpeng (nasi dibuat kerucut diatas daun pisang) semuanya di bawa di masjid Dusun setempat.

setelah Makanan terkumpul Mbah Kaum atau kyai Desa membacakan doa untuk para leluhur Desa setempat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah Doa selesai makanan dibagikan kepada kepada masyarakat yang hadir dalam prosesi itu , yang menarik berebut Kenduri dan sisa makanan di bawa pulang kembali dan di makan keluarga masing-masing di rumah, biasanya mereka berganti makanan dengan tukar menukar jajanan.

Setelah itu prosesi selanjutnya adalah ziarah kubur pada makam leluhur dan Keluarga.
Budaya ini masih Lestari di Kabupaten Temanggung saat ini dan mungkin sampai akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: