Keluarga Nur Sahid menjalani tes DNA

July 20, 2009

ayah nur said

Keluarga Nur Hasbi alias Nur Sahid tersangka teroris di Temangung, Jawa Tengah , yang dibawa pergi, Senin (20/7), diperkirakan menjalani tes DNA. Tes itu untuk memastikan adanya hubungan secara genetika keluarga Muhammad Nasir (60), ayah tersangka Nur Hasbi alias Nur Sahid. Meski para tetangga tidak mengetahui tujuan penjemputan keluarga Muh Nasir, tes DNA adalah prosedur baku yang dijalaninya untuk memastikan adanya hubungan keluarga ini dengan tersangka.
Hanya saja, sejak Muh Nasir dan anggota keluarga lainnya dijemput petugas pada pukul 05.00 dengan menggunakan dua mobil Kijang, tidak banyak tetangga yang mengetahuinya. Muh Nasir dijemput oleh petugas, diperkirakan petugas gabungan dari Polda Jawa Tengah dan anggota Detasemen Khusus 88, dari rumahnya di Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Ny Saropah, tetangga Muh Nasir, ketika ditemui mengatakan, keluarga Muh Nasir yang dijemput petugas itu di antaranya istrinya dan dua anaknya yang terhitung masih adik dari tersangka pengebom JW Marriott. “Mereka tampaknya tidak sempat mandi karena setelah adzan subuh, datang mobil penjemput. Penjemputnya tiba tanpa banyak ngobrol, lalu membawa keluarga Muh Nasir. Saya lihat juga tidak banyak bawa bekal pakaian,” ujar Saropah.

Namun, sewaktu ditanyakan ke mana keluarga itu hendak dibawa, hanya ada jawaban singkat dari penjemput, kalau mereka akan dibawa ke Semarang. Sejumlah petugas berpakaian preman yang berada di rumah Muh Nasir juga mengaku tidak tahu keberadaan keluarga Muh Nasir.

Rosyid Ridho (32), yang ditemui ANTARA News di depan rumah asal Nur di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, di Temanggung, Senin (20/7).Ridho mengatakan, Nasir dan Tuminem yang juga ayah dan ibu Nur dijemput sejumlah aparat dengan didampingi Kepala Desa Katekan, Muhammad Tohir, dan Kepala Dusun Katekan, Kukuh Riyanto. Ia mengaku tidak mengetahui tempat tes DNA yang akan dijalani mereka untuk memastikan identitas Nur Sahid. “Belum tahu apa di polres, polda atau Jakarta,” kata Rosyid yang juga teman masa kecil Nur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: