Dalam rangka memperingati Hari Jadi Temanggung ke-175 Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah akan mengelar Festival Budaya Temanggung 2009. festival ini akan diikuti oleh 91 kelompok yang melibatkan sedikitnya 900 seniman tradisional. Acara hari Minggu, 15 Nopember 2009 dan lokasi di sepanjang jalan R. Suprapto – alon-alon dan ke arah Barat di jalan MT Haryono. panjang lokasi yang digunakan lebih dari 1 km dan nantinya para penonton yang akan aktif untuk memilih sendiri kesenian yang disukai. Pembukaan akan dilakukan di alon-alon pukul 09.00 Wib.

31 jenis kesenian antara lain sorengan, kubro, prajuritan, kuda lumping, rebana, barsomah dan lain-lain. Juga akan ditampilkan kesenian cengklungan khas Temanggung yang saat ini sudah hampir punah. cengklungan, masih kata Anteng, adalah irama musik yang muncul karena petikan tali pada caping besar yang biasa digunakan oleh para pengembala itik.

info temanggungkab

Gunung Sumbing Song

August 25, 2009

Lagu keroncong ini saya saya dengarkan waktu berkunjung di blognya mas wiwied dan langsung tertarik untuk mendengarkannya.
midi lagunya dalam genre musik jazzcong alias keroncong yang dicampur dengan sedikit irama nge jazz, meskipun tetap saja langgam jawa…. kata mas wiwied dalam blognya.
untuk kadang temanggung di perantauan lagu ini mungkin terasa ada di rumah di temanggung yang adem ayem lan tentrem.

GUNUNG SUMBING (Kroncong)

Tansah eling mring endahe (selalu ingat dengan keindahannya)
Gunung Sumbing iku sejatine (Ingat terhadap Gunung Sumbing)
udyana witing cemara (lautan pohon cemara)
sinorot cahyaning bagaskara (dibalut indahnya sinar mentari)
kuncara aruming srinthil (aroma tembakau srinthil yang kuat) {Srinthil = tembakau dgn kualitas nomor 1}
dadi pangupajiwaning warga (menjadi sumber penghidupan bagi warga)
Citra samodra kencana (Seperti lautan emas)
Sanggraha welas asihing Sang Hyang Widhi (Simbol Pemberian Tuhan yang maha belas kasih)

Reff :

Gunung Sumbing Gunung Sumbing Kang Sumbaga (gunung sumbing yang tinggi/gagah)
saiki tansaya brastha (sekarang semakin rusak)
lelakune Manungsa Kang Cidra (Kisah laku manusia yang lupa berterimakasih thd pemberian Tuhan)
Para kadang kang prasojo (Mari semua Saudaraku)
Mugi gusti paring pangapura (Semoga Tuhan Memberi pengampunan)
Taruna Wredha manunggal (Tua muda bersatulah)
njogo Sumbing kawentar sasmita (menjaga tanda2 kemakmuran gunung sumbing)


MENDENGARKAN LAGU INI

infohttp://maswiwied.blogdetik.com/2009/01/21/gunung-sumbing/

Awal Penangkapan Aris Susanto dan Indra Arie Hermawan, kakak beradik keponakan Muhzahri di bengkel sepeda ontel Pasar Kedu Temanggung tak jauh sekitar 3 km dari penangkapan di rumah Muhzahri yang diduga adalah Noordin M. Top, empat jam sebelum penggerebekan.

Pengakuan keduanya menyebutkan keberadaan yang diduga adalah Noordin M. Top. Polisi lalu menggerebek kediaman Muhzahri dimana Noordin berada.

Pemilik rumah Muhzahri pensiunan guru agama sekolah dasar. Kini ia mengajar di SMP Muhammadiyah Kedu. Muhzahri juga khatib Jumat di masjid Dusun Beji. Selain mengajar, Muhzahri juga berkebun dan menggarap sawah. Istri Muhzahri, Endang Istiningsih, 60 tahun

Polisi lalu menggerebek kediaman Muhzahri, pemilik itu rumah ditangkap sepulang dari sawah. Endang, istri Muhzahri menyatakan tamu asing di rumahnya memang dititipkan Aris. Tapi sang tamu begitu misterius.
Menurut Endang, pria itu dibawa Aris menginap pada Jumat dini hari. Sejak datang, pria tersebut selalu berada di kamar. Endang pun mengaku tak mengetahui adanya penyergapan oleh Tim Densus 88. Saat kejadian, dirinya dan suami, Muhzahri, sedang berada di sawah

Jumat tengah malam, suara tembakan memecah keheningan. Sejak sore, warga sekitar berjubel menyaksikan peristiwa ini pada jarak 50-100 meter. Tepat pukul 24.00, polisi menghalau penduduk hingga jarak satu kilometer. ”Areal ini harus steril, akan ada penyergapan,” kata polisi.

Sabtu pagi itu, pasukan penyergap dari tim antiteror bergerak naik ke bukit, persis di belakang rumah. Sempat pula terjadi dialog antara polisi dan Noor Din. Ia tak ingin menyerah. ”Dia bilang, harus ada polisi yang mati,” kata sumber Tempo. Sumber lain menyatakan, dari dalam rumah sempat ada pengakuan, ”Saya Noor Din.” Ada pula cerita, Noor Din sempat merintih.

Sorot lampu mobil polisi mengarah ke suatu titik tak jauh dari rumah. Senapan polisi kembali menyalak. Seorang warga Kedu mengungkapkan, dua orang ditangkap di kebun jagung sebelah rumah. Mereka terluka. Hingga Sabtu malam, tak jelas siapa yang disergap. Polisi belum memberikan informasi

Tiga jam sebelum kematian teroris itu, polisi masih berusaha mendobrak pintu depan. Bom berdaya ledak rendah mereka gunakan. Pintu terbuka. Robot berkamera segera disusupkan masuk rumah. Polisi melakukan itu setelah gagal membujuk si buron menyerah. Sejak Jumat petang, polisi mengepung dari sisi kiri, kanan, dan depan.

info berbagai media

Foto Esklusif ini penulis ambil setelah Penggrebekan Noordin M Top di Temanggung , rumah itu hancur dan sudah tidak berbentuk dan didalam rumah tembok hancur karena ledakan bom ke 6 yang dilakukan Densus 88.

DSC00217

Dari sini para jurnalis TV melakukan siaran langsung jarak dari lokasi sekitar 1 km

DSC00216

Foto ini tanpa zoom bisa terlihat jarak pandang yang sangat bagus buat media TV untuk meliputnya.

DSC00197

Rumah Noordin M Top dari atas bukit di belakang rumah di sini pasukan sniper menembak.

DSC00199

Gambar pintu belakang dan di pojok adalah kamar mandi disinilah Noordin M Top bersembunyi sampai tewas. ada lubang kecil di tembok kamar mandi mungkin bekas ledakan granat. dan ada kolam ikan yang kosong persis di belakang pintu belakang.

DSC00201

Pintu samping rumah hancur berkeping – keping, pintu ini menghubungkan ruang keluarga dan ruang tamu.

DSC00202

jemuran pakaian dan daun jendela yang hancur

DSC00209

ini adalah pintu depan yang telah hancur, dari sini bisa terlihat perabotan yang berserakan mulai dari meja kursi sampai almari yang hancur, penulis melihat bakul nasi yang masih ada nasinya ;)

DSC00212

Foto ini saya ambil dari depan pintu , terlihat perabotan yang hancur

DSC00206

Rumah Noordin M Top dari kejauhan bisa terlihat jelas di belakang rumah ada sebuah bukit.

rumah yang dihuni Noordin M Top tidak terlalu besar dengan tiga pintu, 1 pintu depan, 1 pintu samping , 1 pintu belakang, mempunyai tiga kamar.

Gambar saya ambil menggunakan kamera HP jadi kualitas tidak terlalu bagus. untuk melihat lebih besar anda bisa klik gambar diatas

Wilayah Kabupaten Temanggung menjadi target Detasemen Khusus 88 Antiteror ( Densus 88 ) setelah kasus bom Hotel JW Marriott dengan pelakunya yang berasal dari Temanggung. saat ini terjadi terjadi pengepungan Rumah teroris Desa Beji, RT 01 RW 07, Kelurahan Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.

Wilayah Temanggung dalam beberapa berita selalu terkait dengan Kasus Teroris, karena wilayah temanggung merupakan kota kecil yang tidak terlalu ramai, Kabupaten Temanggung sangat mudah di jangkau karena merupakan kota di Poros di Jawa Tengah, berdekatan dengan Semarang, Solo, Yogyakarta dan Purwokerto.

saat berita ini di tulis terjadi pengepungan Rumah Jaringan kelompok Teroris Noordin M. Top di Temanggung dan terjadi tembak menembak dengan Densus 88 Polri , kemungkinan dalam rumah tersebut terdapat beberapa bom yang siap di ledakan.

Suara tembakan terdengar berasal dari dalam rumah Rumah Mohzahri yang berada di Desa Beji, RT 01 RW 07, Kelurahan Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.

Tiga orang diamankan secara bersamaan, yakni Hendra, 23, Aris, 33, dan Muhdaroni. Muhdaroni ketahui merupakan warga Dusun Siwur, Desa Karangtejo, Kedu.

Selain itu, polisi juga mengamankan Mohzahri, yang merupakan pemilik rumah itu. Hendra dan Aris merupakan keponakan Mohzahri, 70, pemilik rumah yang digerebek Densus 88 dan aparat kepolisian.

Rumah Mohzahri dikepung oleh tim Densus 88 dan aparat kepolisian sejak pukul 15.45 WIB dan sekitar pukul 16.00 WIB mulai terdengar tembakan sampai pukul 22.45 WIB.

Beredar informasi, rumah yang dikepung aparat keamanan itu dihuni Noordin M Top dan beberapa orang, namun belum bisa dipastikan kebenarannya. Hingga sekarang pengepungan masih dilakukan aparat dan ratusan penduduk yang berkerumun di lokasi kejadian dihalau hingga 300 meter dari rumah tersebut.

Meski sudah dikepung selama empat jam, teroris yang diduga jaringan Noor Din M. Top tak kunjung menyerah. Malah beberapa menit lalu terjadi baku tembak. Menurut saksi mata di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, pukul 21.50 orang-orang yang ada di dalam rumah yang dikepung menembaki polisi sebanyak tiga kali. Detasemen Khusus 88 Antiteror lalu membalasnya dengan tembakan sebanyak tujuh kali dan lima kali.

Sumber polisi menyebutkan satu orang dari rumah yang dikepung itu tertembak. Dia mengalami luka tembak di kaki. Namun, belum dipastikan apakah orang tersebut diamankan atau belum.

Demikian saksi mata yang diwawancari oleh stasiun televisi Metro TV. Rumah yang dikepung ini adalah rumah Moh Zahri. Rumah ini terpencil. Di dekatnya cuma ada persawahan dan bukit kecil. Karena adanya baku tembak itu, polisi mengosongkan daerah tersebut hingga daerah sejauh 500 meter.

Pasukan Densus 88 ini datang dengan tiga mobil dan beberapa sepeda motor. Hingga malam, mereka mengepung rumah tersebut. Lampu mobil dinyalakan untuk menerangi persawahan di sisi timur rumah Moh Zahri.

Aksi pengepungan ini sempat memunculkan isu bahwa Noor Din M. Top, dalang teror bom di Indonesia, ada di rumah itu. Stasiun TV Al Jazeera malah memberitakan bahwa lelaki mirip Noor Din telah tertangkap. Di rumah itu selama ini ada enam orang yang tinggal di sana, yakni Moh Zahri, istrinya, tiga orang cucunya dan istri Tatag, menantunya. Tetangga setempat tak tahu bahwa di rumah itu juga dihuni oleh lelaki yang mirip dengan Noor Din.

Densus 88 dikabarkan melakukan pengepungan rumah itu setelah mereka menangkap dua lelaki bernama Indra (35) dan Aris (38) di Pasar Parakan Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). Kedua orang ini konon sepupu pria bernama Tatag, yang sudah ditangkap Densus 88 Mabes Polri 3 tahun lalu.

Menurut Ketua RW setempat, Moh Khoil, Moh Zahri adalah sehari-hari bekerja sebagai petani dan guru SMP swasta di daerah itu. Moh Zahri telah tinggal di rumah itu sejak enam tahun lalu.

Rumah yang digerebek Densus 88 Mabes Polri di Kedu Temanggung, diduga dihuni oleh kelompok Teroris Noordin M. Top. Selain Noordin M Top, di rumah itu diduga ada murid Dr. Azahari, yang piawai merakit bom, bernama Reno alias Tedy, alias Mubarok.

info dari berbagai media

Dengan meninggalnya Raden Tumenggung Danuningrat Bupati Magelang, maka untuk mengatasi kevakuman pemerintahan, Pemerintah Hindia Belanda dengan cepat berusaha mencari penggantinya. Mendiang Bupati Magelang meninggalkan seorang putra yang bernama Raden Mas Aryo Danukusumo. Ia telah berdinas pada Pemerintah Hindia Belanda sebagai Wakil Kolektur Penghasilan Negeri dan telah menikah dengan putri Bupati Pekalongan. Raden Mas Aryo Danukusumo mempunyai dua orang anak. Ia dikenal sebagai pribumi yang sangat berbudi bahasa dan betapapun masih muda usianya, namun telah banyak mengambil alih kecakapan-kecakapan dari orang tuanya. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain kecakapan yang dimilikinya, akhirnya Raden Mas Aryo Danukusumo ditunjuk menjadi Bupati sementara daerah Magelang.

Sedangkan untuk daerah Kabupaten Menoreh, Pemerintah Hindia Belanda menunjuk Raden Ngabei Joyo Negoro sebagai Bupati sementara Menoreh. Pada tahun 1827 Raden Mas Aryo telah resmi menjadi Bupati tetap di daerah Magelang sedangkan Raden Ngabei Joyo Negoro telah menjadi Bupati di daerah Menoreh. Meskipun demikian pejabat I masih berkedudukan di Magelang. Setelah pemberontakan Pangeran Diponegoro berakhir, Raden Ngabei Joyo Negoro tidak mau lagi berkedudukan di Parakan. Sebagai kedudukan yang baru, Bupati Menoreh telah memilih Temanggung.

Sementara itu distrik Menoreh sebenarnya sudah tidak merupakan Kabupaten Menoreh lagi, oleh karena itu telah lama digabungkan dengan wilayah Kabupaten Magelang. Dengan demikian nama Kabupaten Menoreh sebenarnya sudah tidak tepat lagi dengan memperhatikan bahwa ibukota Kabupaten Menoreh berada di Temanggung, tempat Bupati bertempat tinggal. Dalam suratnya tanggal 13 September 1834 Residen Kedu CC. Kartnan mengusulkan untuk mengganti nama Kabupaten Menoreh menjadi Kabupaten Temanggung. Pemerintah Hindia Belanda sendiri dengan sebuah resolusi yang dikeluarkan di Batavia ( Jakarta ) pada tanggal 10 Nopember 1834 akhirnya juga memberikan persetujuan yang sama : “Menetapkan bahwa Kabupaten Menoreh ( Karisidenan Kedu ) semenjak sekarang akan memakai nama dari nama ibukotanya sendiri yakni Temanggung, bahwa asisten residen Probolinggo dengan pegawai yang diperbantukan kepadanya akan dipindahkan kesana dan pada waktu yang tepat semenjak sekarang akan memakai nama asisten residen Temanggung.” Berdasarkan sumber sejarah yang autentik tersebut dapat ditentukan “Titi Mangsa” hari jadi Kabupaten Temanggung, yakni jatuh pada tanggal 10 Nopember 1834 bertepatan pada hari Senin Wage tanggal 9 Rejeb tahun Jumakir 1762.

INFO depdagri

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.