Dengan meninggalnya Raden Tumenggung Danuningrat Bupati Magelang, maka untuk mengatasi kevakuman pemerintahan, Pemerintah Hindia Belanda dengan cepat berusaha mencari penggantinya. Mendiang Bupati Magelang meninggalkan seorang putra yang bernama Raden Mas Aryo Danukusumo. Ia telah berdinas pada Pemerintah Hindia Belanda sebagai Wakil Kolektur Penghasilan Negeri dan telah menikah dengan putri Bupati Pekalongan. Raden Mas Aryo Danukusumo mempunyai dua orang anak. Ia dikenal sebagai pribumi yang sangat berbudi bahasa dan betapapun masih muda usianya, namun telah banyak mengambil alih kecakapan-kecakapan dari orang tuanya. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain kecakapan yang dimilikinya, akhirnya Raden Mas Aryo Danukusumo ditunjuk menjadi Bupati sementara daerah Magelang.

Sedangkan untuk daerah Kabupaten Menoreh, Pemerintah Hindia Belanda menunjuk Raden Ngabei Joyo Negoro sebagai Bupati sementara Menoreh. Pada tahun 1827 Raden Mas Aryo telah resmi menjadi Bupati tetap di daerah Magelang sedangkan Raden Ngabei Joyo Negoro telah menjadi Bupati di daerah Menoreh. Meskipun demikian pejabat I masih berkedudukan di Magelang. Setelah pemberontakan Pangeran Diponegoro berakhir, Raden Ngabei Joyo Negoro tidak mau lagi berkedudukan di Parakan. Sebagai kedudukan yang baru, Bupati Menoreh telah memilih Temanggung.

Sementara itu distrik Menoreh sebenarnya sudah tidak merupakan Kabupaten Menoreh lagi, oleh karena itu telah lama digabungkan dengan wilayah Kabupaten Magelang. Dengan demikian nama Kabupaten Menoreh sebenarnya sudah tidak tepat lagi dengan memperhatikan bahwa ibukota Kabupaten Menoreh berada di Temanggung, tempat Bupati bertempat tinggal. Dalam suratnya tanggal 13 September 1834 Residen Kedu CC. Kartnan mengusulkan untuk mengganti nama Kabupaten Menoreh menjadi Kabupaten Temanggung. Pemerintah Hindia Belanda sendiri dengan sebuah resolusi yang dikeluarkan di Batavia ( Jakarta ) pada tanggal 10 Nopember 1834 akhirnya juga memberikan persetujuan yang sama : “Menetapkan bahwa Kabupaten Menoreh ( Karisidenan Kedu ) semenjak sekarang akan memakai nama dari nama ibukotanya sendiri yakni Temanggung, bahwa asisten residen Probolinggo dengan pegawai yang diperbantukan kepadanya akan dipindahkan kesana dan pada waktu yang tepat semenjak sekarang akan memakai nama asisten residen Temanggung.” Berdasarkan sumber sejarah yang autentik tersebut dapat ditentukan “Titi Mangsa” hari jadi Kabupaten Temanggung, yakni jatuh pada tanggal 10 Nopember 1834 bertepatan pada hari Senin Wage tanggal 9 Rejeb tahun Jumakir 1762.

INFO depdagri

Tulisan ini untuk mengingatkan sejarah Kabupaten Temanggung Jaman dulu bahwa kota temanggung dan parakan mempunyai Stasiun Kereta api yang bisa kita banggakan dan itu semua bukan dongeng pastinya.

SEJARAH KERETA API PARAKAN, TEMANGGUNG

Parakan adalah kota yang tidak bisa di lupakan karena kabupaten temanggung berawal dari kota parakan.

Awalnya pada, 21 Mei 1873 dibangunlah Stasiun Kereta Api Ambarawa dikenal dengan sebutan Stasiun Willem I

Jalur Ambarawa – Kedungjati – Semarang
Jalur Ambarawa – Secang – Magelang, serta Ambarawa – Parakan – Temanggung dan
Jalur Yogyakarta-Magelang-Temanggung-Parakan yang dikerjakan oleh NIS (Nederland Indische Spoorweg) pada 1905, Pada Akhirnya di tutup tahun 1976.

Sebenarnya pembuatan jalur kereta api ini adalah bentuk Eksploitasi Kolonial Abad XIX dimana Belanda ingin memudahkan pengiriman hasil bumi dan salah satunya adalah membuat line kereta api, dan juga pembuatan jalan-jalan yang menghubungkan daerah-daerah penghasil hasil bumi seperti Muntung, Kaloran, dan Parakan diperbaiki pada 1870. Pada tahun ini jalan-jalan yang sebelumnya hanya bisa dilewati kuda, kemudian, diperlebar dan diperkeras dengan batu dan kerikil selebar 2 meter. Sedangkan jalan Pos–jalan patroli militer Belanda–seperti di Pingit yang menghubungkan Ambarawa dan Magelang diperlebar menjadi 6 meter.

Di era kemerdekaan Stasiun Parakan dan Stasiun Temanggung merupakan jalur transportasi utama masyarakat Temanggung, dalam cacatan Mohamad Roem menggunakan Kereta Api dari Stasiun Parakan Menuju Pekalongan, dan Kereta api juga menjadi Cerita Perjuangan Pemuda Bambu Runcing Parakan.

Saat ini jalur Kereta api Parakan Temangung Sudah mati dan masih tersisa adalah jalur rel dan bangunan Stasiun dan jembatan (gambar Jembatan Kerta api).

Locomotief
Locomotief op een spoorbrug over de Kali Progo bij Temanggoeng in de lijn van Setjang naar Parakan ( kereta api ini berada di atas kali progo Temanggung pada tahun 1910)

Locomotief 2
Jalur kereta api di atas kali progo Temanggung pada tahun sekarang (tempat yang sama, sakarang rusak dan berkarat)

SEJARAH KERETA API

Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia mencatat pengambilalihan kekuasaan perkereta-apian dari pihak Jepang oleh Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) pada peristiwa bersejarah tanggal 28 September 1945. Pengelolaan kereta api di Indonesia telah ditangani oleh institusi yang dalam sejarahnya telah mengalami beberapa kali perubahan. Institusi pengelolaan dimulai dengan nasionalisasi seluruh perkereta-apian oleh Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI), yang kemudian namanya dipersingkat dengan Djawatan Kereta Api (DKA), hingga tahun 1950. Institusi tersebut berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tahun 1963 dengan PP. No. 22 tahun 1963, kemudian dengan PP. No. 61 tahun 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Perubahan kembali terjadi pada tahun 1990 dengan PP. No. 57 tahun 1990 status perusahaan jawatan diubah menjadi perusahaan umum sehingga PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kerata Api (Perumka). Perubahan besar terjadi pada tahun 1998, yaitu perubahan status dari Perusahaan Umum Kereta Api menjadi PT Kereta Api (persero), berdasarkan PP. No. 19 tahun 1998.

Semoga Dongeng ini tetap menjadi sejarah Kabupaten Temanggung untuk masa depan.

Dari Berbagai sumber

REUNI AKBAR 50 TAHUN SMAN I TEMANGGUNG
“Together in Harmony”

ACARA :
SMANSA FAIR 24 – 28 Juni 2009
- Pameran Multi Media (IT)
- Bazaar Buku
- Pameran Lukisan
- Parade Band
- Festival Kuriner Khas Temanggung
OLIMPIADE FISIKA, MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS TINGKAT
SLTP
24 – 27 Juni 2009
LOMBA LARI 5 KM TINGKAT SLTA SE KAB. TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
LOMBA MENULIS KARYA ILMIAH TINGKAT SLTP, SLTA DAN
MAHASISWA SE KAB. TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
LOMBA PIDATO BAHASA INGGRIS TINGKAT SLTA SE KAB.
TEMANGGUNG
24 – 27 Juni 2009
SEMINAR PENDIDIKAN, KEPEMIMPINAN, IT SERTA PERTANIAN DAN
LINGKUNGAN HIDUP
24 – 27 Juni 2009
BAKTI SOSIAL, 24 – 27 Juni 2009
- Khitanan Massal
- Anjangsana ke Panti Asuhan
JALAN SANTAI, 27 Juni 2009
MUKERNAS PASMAN, 27 Juni 2009
ANJANGSANA, 27 Juni 2009
- Tali asih kepada mantan guru, pegawai TU dan penajaga sekolah
- Pemberian Cinderamata kepada guru
PERESMIAN PERPUSTAKAAN “THE YOU GWAN”
28 Juni 2009
PENTAS SENI DAN BUDAYA, 28 Juni 2009
Guna mensukseskan acara ini, partisipasi dan sumbangan dapat dikirimkan melalui
rekening panitia :
- Bank mandiri K.C Kebayoran Lama, Jakarta. No. rek : 1010005581309 An. Hendro
Darmojuwono
- Bank BCA, K.C Palmerah, Jakarta. No. rek : 2291191080 An. Hendro Darmojuwono
SEKRETARIAT :
- JAKARTA, Villa Galaxi, Blok A1 – 18 Bekasi Selatan, Phone : (021) 8206838, HP :
08129636347, Fax : (021) 57853377
- TEMANGGUNG, Bagian Pemerintahan Umum Setda Kab. Temanggung, Jl. A. Yani
No. 32, Phone : (0293) 491004 pesawat 1321.

kabupaten Temanggung mempunyai luas wilayah 87.065 ha, terbagi dalam 20 kecamatan (Peta Administrasi). Secara geografis terletak pada 110°23’00”-110°41’30” Bujur Timur dan 7°14’00”-7°31’35” Lintang Selatan.

Kabupaten Temanggung sebagian besar tergolong beriklim basah, dengan curah hujan tahunan berkisar dari 2.300-3.000 mm, bulan kering terjadi selama 2-3 bulan, Berdasarkan zona agroklimat tergolong zona B1, B2, dan C2.
Untuk mengetahui kondisi air tanah dalam hubungannya dengan tanaman maka dapat didekati dengan rejim kelembapan tanah yang terdiri dari rejim kelembapan udik, akuik, dan ustik. Regim kelembapan udik mendominasi (62,85%) daerah Kabupaten Temanggung.
Bahan induk tanah terdiri dari: Aluvium (pada landform dataran bahan tersebut berupa endapan pasir dan endapan liat), batuan sedimen (terdiri atas napal, breksi volkanik, dan abuvolkan), dan volkan (abu volkan, andesit, basalt, andesit-liparit, dan dasit).
Berdasarkan hasil interpretasi citra penginderaan jauh dan pengamatan di lapangan, Kabupaten Temanggung terdiri dari 3 grup landform yaitu grup alluvial (4,55%), tektonik dan structural (2,60%), dan volkanik (83,31%)
Kabupaten Temanggung didominasi oleh wilayah perbukitan 33.185 ha (38,05%), berombak seluas 23.231 ha (26,63%), agak datar seluas 177 ha (0,20%), bergunung seluas 36.678 ha (42,05%). Wilayah datar sampai bergelombang yang merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pertanian, seluas 38.301 ha (43,90%), sedangkan sisanya merupakan daerah dengan lereng lebih dari 15%. Sebagian wilayah perbukitan yang mempunyai lereng landai masih cukup sesuai untuk pengembangan pertanian terutama tanaman tahunan/perkebunan
Tanah-tanah di Kabupaten Temanggung menurut Soil Taxonomy (Soil Survey Staff, 1998) terdiri dari 3 Ordo, yaitu: Andisol, Inceptisol, dan Alfisol. Tanah Andisol mempunyai sifat spesifik antara lain: kandungan bahan organik tanah tinggi (>3%), tekstur ringan, konsistensi gembur, berat jenis rendah (85%). Andisol ditemukan pada rejim kelembapan akuik, udik, dan ustik. Tanah Inceptisols adalah tanah yang sudah mengalami perkembangan struktur, dicirikan dengan terbentuknya horison kambik diklasifikasikan sebagai Inceptisol. Penyebarannya pada grup aluvial (jalur aliran dan lahan koluvial), volkanik (dataran volkan tua dan perbukitan volkan), dan tektonik (perbuktian struktural). Di daerah aluvial, tanah berkembang dari endapan liat, pasir, dan debu; di daerah tektonik berkembang dari napal; sedangkan di daerah volkanik berkembang dari bahan andesit, andesit-basal, dan andesit-abu volkan. Tanah Alfisols adalah tanah yang telah mengalami perkembangan struktur lanjut, dicirikan oleh terbentuknya horison B-argilik, selaput liat/organik jelas, berstruktur cukup kuat. Alfisol di daerah penelitian berkembang dari bahan andesit-basal, penyebarannya sangat sempit, dijumpai pada daerah perbukitan volkan. Tanah ini berasosiasi dengan dan Inceptisol

peta-temanggung
Sumber Balai Penelitian Tanah, 2004

Jum’at (1/5) lalu bertempat di Pendopo Pengayoman. Pejabat yang dilantik sebanyak 107 orang yang terdiri dari 1 orang pejabat eselon II, 27 orang pejabat eselon III, 69 pejabat eselon IV, 8 orang pejabat eselon V dan 2 orang pejabat Kepala Sekolah pada SMK Negeri. Dari pejabat yang dilantik itu, 49 orang diantaranya merupakan jabatan promosi yang terdiri dari eselon II sebanyak 1 orang, eselon III sebanyak 5 orang, eselon IV sebanyak 27 orang dan eselon V sebanyak 7 orang.
Satu orang pejabat eselon II yang dilantik merupakan jabatan staf ahli bupati sehingga saat ini ada dua staf ahli bupati di lingkungan Pemkab Temanggung. Sementara itu dua orang Kepala Sekolah yang dilantik adalah Kepala Sekolah SMK Negeri bansari dan Kepala Sekolah SMK Negeri Pringsurat

Bupati dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil evaluasi, pengisian jabatan kosong karena beberapa pejabat telah memasuki pensiun, dan untuk penyegaran. Menyinggung masalah pengangkatan jabatan, Bupati menjelaskan, bahwa pengangkatan dalam jabatan merupakan sebuah kepercayaan dari atasan dan bukan merupakan suatu hak yang berkaitan dengan tingkat kepangkatan saja. “Kepangkatan hanya merupakan salah satu unsure persyaratan, oleh karena bersifat kepercayaan maka salah satu pertimbangan dalam pengangkatan tersebut adalah perilaku pegawai atau pejabat yang bersangkutan,” tandasnya.

info temanggungkab.go.id

tanggal 16 April 2009 sampai dengan 18 April 2009 bertempat di Pendopo Pengayoman, Rapat Pleno Terbuka Dalam Rangka Rekapitulasi Penghitungan Suara ditutup oleh Drs, Sujatmiko selaku Ketua KPU tepat pukul 17.00 Wib.
Ketua KPU Temanggung, Drs. Sujatmiko memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara dari KPPS, PPS dan PPK atas kerja keras selama melaksanakan Pemilu 9 April 2009 di mana telah menunjukkan dedikasinya dengan bekerja secara terus menerus Demikian pula, ketika proses rekapitulasi di PPK semua penyelenggara telah bekerja secara maraton yang dimulai dari pagi dan berakhir sampai dengan pagi dinihari lagi hari berikutnya. Tanpa kerja keras dari mereka, Pemilu kali ini tidak akan berlangsung dengan sukses
Dari penghitungan akhir sementara sebanyak sepuluh partai mendapatkan kursi DPRD yang berjumlah 45 kursi yakni
Partai Hanura 3 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Partai PKS 1 kursi, Partai PAN 7 kursi, PartaiPKB 6 kursi, Partai Golkar 6 kursi, PPP 5 kursi, PDIP 7 kursi, Demokrat 5 kursi dan PKNU 2 kursi.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil unggul dengan jumlah 64.233 suara urutan nomor dua diperoleh Partai Golkar dengan 49.540 suara. Sedangkan PAN diurutan nomor tiga dengan perolehan 48.819 suara namun perolehan kursinya lebih banyak dari Partai Golkar yaitu 7 kursi. Perolehan suara lainnya Partai Demokrat 42.448 suara, PPP 41.528 suara, PKB 41.243 suara, PKNU 25.141 suara, Hanura 23.921 suara, PKS 21.457 suara dan Gerindra 19.020 suara.
Persaingan ketat terjadi di Daerah Pemilihan (Dapel) 1 untuk Kecamatan Temanggung, Tembarak, Selopampang, dan Tlogomulyo. Sembilan kursi dibagi habis oleh sembilan partai kecuali Partai Hanura. Sedangkan di Dapel 2 dan 3, PAN memperoleh masing-masing dua kursi. PDIP memperoleh dua kursi di Dapel 2 dan Demokrat memperoleh dua kursi di Dapel 4.
Jika dibandingkan dengan perolehan jumlah kursi pada pemilu tahun 2004, maka Partai Golkar kehilangan 5 kursi, PDIP kehilangan 2 kursi, PPP kehilangan 1 kursi, PKS kehilangan 3 kursi. Dua partai yakni PAN menambah 2 kursi dan Demokrat menambah 4 kursi. Sedangkan PKB tetap pada 6 kursi. Tiga Partai baru akan memperoleh kursi di DPRD yakni Partai Hanura, Partai Gerindra dan PKNU.
Menurut Sekretaris KPUD Temanggung, Drs. Witarso SP, penghitungan sebelumnya telah dilakukan di masing-masing PPK selama 5 hari. Selanjutnya hasil rekapitulasi di PPK dilanjutkan di tingkat KPU yang berakhir pada tanggal 18 April lalu. Selama penghitungan tidak ada kendala yang berarti yang ditunjukkan dengan ditandatanganinya hasil rekapitulasi oleh semua saksi-saksi dari partai politik.

info kputemanggung

Memasuki masa tenang hari pertama tanggal 6 April 2009, Panitia Pengawas Pemilu

(Panwaslu) Kabupaten Temanggung dengan didukung Dinas/Instansi terkait langsung action menertibkan atribut Partai Politik yang dipasang di setiap sudut kota maupun kecamatan.

Dengan melibatkan Dinas/Instansi terkait seperti Satpol PP, DPU, Kesbangpol linmas dan KPU, penertiban dibagi dalam 2 tim dengan susunan masing-masing tim adalah : Tim 1 yang terdiri dari Panwaslu, KPU Satpol PP dan Kesbangpol linmas dengan route dari Kecamatan Pringsurat, Pare, Kota Temanggung dan Kecamatan Bulu; sedangkan Tim 2 yang terdiri dari Panwas, Satpol PP, Kesbangpol linmas serta didukung oleh tenaga harian lepas yang dibiayai oleh Panwaslu menertibkan atribut Parpol di route Kecamatan Kedu, Parakan, Kecamatan Ngadirejo dengan menyisir pinggiran Kota Temanggung dari arah barat.

Pengamatan KPU Kabupaten Temanggung sudah banyak Parpol yang berinisiatif menertibkan atributnya masing-masing sejak Minggu malam sekitar jam 20.00 Wib, karena dipihak KPU sendiri sejak jam 19.30 Wib sudah mencabuti bendera Parpol yang dipasang oleh KPU di 8 titik, yaitu di Kecamatan Kranggan 1 titik, Kota Temanggung 4 titik, Kecamatan Kedu 1 titik, Kecamatan Parakan 1 titik dan Kecamatan Ngadirejo 1 titik.

Keseluruhan atribut yang ditertibkan oleh tim gabungan yang dikoordinir Panwaslu disimpan di Kantor Panwaslu yang beralamat di BLK Maron Jalan Gajah Mada Nomor 76 Temanggung dan bagi Parpol yang masih akan membutuhkan dapat mengambilnya di Kantor Panwaslu.

Info kpu Temanggung

Tulisan ini bisa di lihat di disini

Agrowisata Soropadan

March 23, 2009

agrowisata Soropadan, Temanggung, Jawa tengah Jalan Raya Magelang-Semarang KM13 Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Tulisan ini bisa di lihat di Temanggung City

Soto Ijo Temanggung

March 17, 2009

soto-ijo

Soto ijo sebutan masyarakat untuk Soto Khas Temanggungan karena warna rumah makan ini berwarna hijau.
Lokasi pasar kliwon temanggung tapi sekarang sudah terbakar :(
untuk lokasi barunya penulis belum sempat melihat di mana yaa..

KONVERSI MINYAK KE GAS

March 10, 2009

Pada awal peluncuran program konvesi minyak tanah ke LPG oleh pemerintah banyakwaga masyarkat yang menolak dengan berbagai alasan. Namun setelah dilakukan sosialisasi secara intensif akhirnya dapat diterima, karena sesungguhnya memakai gas LPG lebih, hemat, aman dan bersih.
Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Purnomo Yusgiantoro ketika memberikan sambutan pada acara Pencanangan Percepatan Program Konversi minyak Tanah ke Gas LPG di Kabupaten Temanggung Jum’at kemarin (6/3). Pencanangan berlangsung di Pendopo Pengayoman komplek rumah dinas bupati, ditandai dengan penyerahan secara simbolis paket perdana kompor dan gas elpiji kepada perwakilan warga penerima disaksikan pejabat terkait.
“Pada saat awal program konversi minyah tanah ke gas LPG diluncurkan tahun 2007, mendapat penolakan keras dari warga masyarakat dengan alasan tidak efektif dan efisien serta tidak aman karena bisa meledak. Akan tetapi setelah melalui sosialisasi secara berkesinambungan akhirnya masyarakat bisa menerima , bahkan sekarang permintaan akan gas LPG terus bertambah” tandas menteri
Menurutnya, kebijakan pemerintah tentang program konversi minyak tanah ke gas LPG ( dibaca elpiji ) dimaksudkan untuk mengurangi beban subsidi minyak tanah sehingga tidak memberatkan APBN. Memakai gas LPG lanjut dia pada dasarnya lebih hemat, aman dan bersih , karena panasnya lebih cepat dan tidak berjelaga sehingga peralatan memasak tidak kotor.
Diutarakan, dengan adanya program tersebut direncanakan pada akhirnya nanti dapat menghemat anggaran sebesar Rp.20 triliun dalam satu tahun anggaran. Penghematan anggaran sangat besar artinya karena bisa dimanfaatkan untuk biaya kegiatan lain guna menunjang kesejahteraan masyarakat .
“ Pencanangan konversi minyak tanah ke gas LPG akan terus dilakukan hingga menyeluruh kepenjuru Nusantara. Hal yang paling penting setelah pencanangan mesti ditindak lanjuti dengan sosialisasi kepada masyarakat agar paham sehinga tidak ragu untuk memakai gas LPG guna keperluan memasak sehari-hari” pintanya.
Sementaraitu deputi direktur pemasaran Pertamina Hanung Budya menjelaskan, tujuan konversi minyak tanah ke LPG untuk mengurangi beban subsidi pemerintah terhadap minyak tanah karena mensubsidi LPG jauh lebih hemat dan lebih tepat sasaran. Target Nasional program konversi lanjut dia yakni melakukan pembagian paket perdana konversi untuk 43 juta Kepala Keluarga dan menarik minyak tanah 8 juta Kilo Liter pertahun. Disamping itu menyalurkan LPG 3 kg sebagai pengganti minyak tanah sebanyak 3,5 juta Kilo Liter pertahun
“ Melalui program konversi ini dapat menghemat subsidi Rp.20 triliun yang diperoleh dari selisih subsidi minyak tanah ke LPG sebesar Rp.2.300 per liter. Di Jawa Tengah jumlah warga penerima bantuan paket perdana konversi mencapai 8,3 juta yang sampai saat ini sudah tercapai 3,3 juta tersebar di 18 kota /kabupaten” ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2009 ini target distribusi paket perdana di Jawa tengah sebanyak 5,7 juta paket untuk 22 Kota dan Kabupaten yang belum terkonversi sebelumnya. Dengan demikian pada aakhir tahun 2009 seluruh wilayah Jawa tengah sudah terkonversi. Khusus untuk Kabupaten Temanggung implementasi konnversi minyak tanah ke LPG 3 kg, distribusi paket pedana ditargetkan sebanyak 190.000 paket yang secara efektif akan dilaksanakan Mei mendatang

Info www.temanggungkab.go.id

Tulisan ini bisa di lihat di disini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.