Menjelang bulan Ramadhan Tradisi Nyadran masih rmelekat di Desa – desa di Kabupaten Temanggung. Nyadran atau sadranan adalah tradisi Jawa Islam untuk ziarah makam para leluhur pada bulan penting yaitu Sya’ban atau Ruwah.

Ada yang menarik dalam prosesi Nyadran ini yaitu setiap keluarga dalam Desa atau Dusun membawa Kenduri yang berisi Ayam Ingkung (ayam yang dimasak untuh ) dan jajan pasar seperti apem dan ketan dan nasi tumpeng (nasi dibuat kerucut diatas daun pisang) semuanya di bawa di masjid Dusun setempat.

setelah Makanan terkumpul Mbah Kaum atau kyai Desa membacakan doa untuk para leluhur Desa setempat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah Doa selesai makanan dibagikan kepada kepada masyarakat yang hadir dalam prosesi itu , yang menarik berebut Kenduri dan sisa makanan di bawa pulang kembali dan di makan keluarga masing-masing di rumah, biasanya mereka berganti makanan dengan tukar menukar jajanan.

Setelah itu prosesi selanjutnya adalah ziarah kubur pada makam leluhur dan Keluarga.
Budaya ini masih Lestari di Kabupaten Temanggung saat ini dan mungkin sampai akan datang.

TELOGOMULYO_TEMANGGUNG
Foto ini pada pukul 4.30 sore hari cuaca kurang cerah kota temanggung berawan

Melihat Kota Temanggung secara nyata ternyata sangat mudah buat para wisatawan yang sedang berkunjung di Kota Temanggung bersenyum, anda tinggal menuju ke Kecamatan Tlogomulyo dan naik sampai depan SMP 2 Tlogomulyo ada tanah lapang yang posisinya paling tinggi untuk melihat pemandangan kota temanggung dari atas, angin yang sejuk dan pemandangan pegunungan yang menarik.
Anda juga bisa melihat gunung merapi, gunung merbabu dari puncak tlogomulyo.
Perjalanan hanya setengah jam dari kota temanggung dan jalanan sudah beraspal sampai puncak.

sayang pemerintah daerah kabupaten temanggung belum melihat ini sebagai tujuan wisata karena belum ada Gardu Pandang atau Bangunan yang menandakan puncak tlogo mulyo adalah tempat wisata (saat ini tempat itu benar-benar alami)

logo-temanggung
Arti Logo Kabupaten Temanggung

Logo atau Lambang Daerah Kabupaten Temanggung mempunyai makna simbolis yang tertuang pada desainnya.
Diharapkan untuk Kabupaten Temanggung akan menjadi seperti apa yang tersirat pada setiap makna yang terkandung pada lambang daerah tersebut.
Adapun arti dari masing-masing lambang dapat dilihat pada profil dibawah

Bentuk Perisai : Ketangguhan dalam menanggulangi segala kesulitan.

Segi Lima Didalamnya : Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah bangsa Indonesia.

Segi Lima : Keagungan Tuhan yang mengandung arti bahwa rakyat Kabupaten Temanggung bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa.

Dua Gunung : Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Nyala Api / Lidah Api : Semangat perjuangan Rakyat dalam mencapai cita-citanya-sedangkan jumlah delapan buah lidah api yang melukiskan pada masing-masing sisi sebagai peringatan bahwa terciptanya lambang in pada waktu DPRD-GR berusia satu windu (8 tahun).

Buah Padi berjumlah 17 butir, Rantai bermata 8 buag, Kapas berbunga 4 kuntum,

dan berdaun 5 helai : Mengingatkan saat Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Rantai : Jiwa dan kepribadian Rakyat Daerah Kabupaten Temanggung yang penuh solidaritas dan keputusan yang tidak terpatahkan

Padi, Kapas : Kemakmuran.

Panili, Kopi, Tembakau : Merupakan tanaman khas Daerah Kabupaten Temanggung melambangkan Kesejahteraan Daerah.

Sebuah Bambu Runcing : Perjuangan Rakyat Daerah Kabupaten Temanggung pada Waktu revolusi physik, khususnya terkenal bamboo runcing parakan

Warna Hijau : Kemakmuran.\

Warna Putih : Kesucian.

Warna Merah : Keberanian.

Warna kuning : Keagungan, Keluhuran dan Kejayaan.

Warna Kuning Emas : Kemuliaan.

Warna Biru : Ketenangan.

Dengan meninggalnya Raden Tumenggung Danuningrat Bupati Magelang, maka untuk mengatasi kevakuman pemerintahan, Pemerintah Hindia Belanda dengan cepat berusaha mencari penggantinya. Mendiang Bupati Magelang meninggalkan seorang putra yang bernama Raden Mas Aryo Danukusumo. Ia telah berdinas pada Pemerintah Hindia Belanda sebagai Wakil Kolektur Penghasilan Negeri dan telah menikah dengan putri Bupati Pekalongan. Raden Mas Aryo Danukusumo mempunyai dua orang anak. Ia dikenal sebagai pribumi yang sangat berbudi bahasa dan betapapun masih muda usianya, namun telah banyak mengambil alih kecakapan-kecakapan dari orang tuanya. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain kecakapan yang dimilikinya, akhirnya Raden Mas Aryo Danukusumo ditunjuk menjadi Bupati sementara daerah Magelang.

Sedangkan untuk daerah Kabupaten Menoreh, Pemerintah Hindia Belanda menunjuk Raden Ngabei Joyo Negoro sebagai Bupati sementara Menoreh. Pada tahun 1827 Raden Mas Aryo telah resmi menjadi Bupati tetap di daerah Magelang sedangkan Raden Ngabei Joyo Negoro telah menjadi Bupati di daerah Menoreh. Meskipun demikian pejabat I masih berkedudukan di Magelang. Setelah pemberontakan Pangeran Diponegoro berakhir, Raden Ngabei Joyo Negoro tidak mau lagi berkedudukan di Parakan. Sebagai kedudukan yang baru, Bupati Menoreh telah memilih Temanggung.

Sementara itu distrik Menoreh sebenarnya sudah tidak merupakan Kabupaten Menoreh lagi, oleh karena itu telah lama digabungkan dengan wilayah Kabupaten Magelang. Dengan demikian nama Kabupaten Menoreh sebenarnya sudah tidak tepat lagi dengan memperhatikan bahwa ibukota Kabupaten Menoreh berada di Temanggung, tempat Bupati bertempat tinggal. Dalam suratnya tanggal 13 September 1834 Residen Kedu CC. Kartnan mengusulkan untuk mengganti nama Kabupaten Menoreh menjadi Kabupaten Temanggung. Pemerintah Hindia Belanda sendiri dengan sebuah resolusi yang dikeluarkan di Batavia ( Jakarta ) pada tanggal 10 Nopember 1834 akhirnya juga memberikan persetujuan yang sama : “Menetapkan bahwa Kabupaten Menoreh ( Karisidenan Kedu ) semenjak sekarang akan memakai nama dari nama ibukotanya sendiri yakni Temanggung, bahwa asisten residen Probolinggo dengan pegawai yang diperbantukan kepadanya akan dipindahkan kesana dan pada waktu yang tepat semenjak sekarang akan memakai nama asisten residen Temanggung.” Berdasarkan sumber sejarah yang autentik tersebut dapat ditentukan “Titi Mangsa” hari jadi Kabupaten Temanggung, yakni jatuh pada tanggal 10 Nopember 1834 bertepatan pada hari Senin Wage tanggal 9 Rejeb tahun Jumakir 1762.

INFO depdagri

Temanggung Tempo dulu

July 25, 2009

Spoorbrug over de Kali Koewas bij Temanggoeng in de lijn van Setjang naar Parakan1900

Judul Foto : Spoorbrug over de Kali Koewas bij Temanggoeng in de lijn van Setjang naar Parakan
Tahun dibuat : 1900

Keterangan : Jalur Kereta Api ( Spoor ) Jaman Dulu di atas kali kuas Temanggung menuju Kota Parakan, Kenangan dan Cerita dari Kakek nenek Kita Wong Temanggung , Jawa Tengah

sketsa wajam pembom marriott
Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, Rabu 22 Juli 2009 siang, resmi mengumumkan sketsa wajah dari orang yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat lalu.

Ada pun ciri-ciri pelaku peledakan bom di Marriott berusia usia diperkirakan 20-40 tahun, berkulit sawo matang, tinggi badan 165 cm. Sedangkan pelaku di Ritz Carlton usia 17-20 tahun, kulit relatif lebih putih, rambut hitam pendek lurus, tinggi 180 cm, ukuran sepatu 42-43.

Mabes Polri secara resmi mengatakan bahwa pelaku tersebut merupakan potongan kepala yang ditemukan secara terpisah di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. “Ternyata, selain potongan kepala, kami menemukan serpihan-serpihan badan di sekitar TKP,” ujar Nanan kepada para wartawan di Jakarta.

Nanan juga menambahkan, pelaku yang meledakkan bom di JW Lounge merupakan orang yang menginap di hotel tersebut. Sketsa ini rencananya akan disebar ke seluruh Indonesia. Nanan mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui identitas pelaku melaporkan ke Jakarta Media Crisis Center di Apartemen Bellagio, Kuningan, atau menghubungi ke nomor 021-30066571, 021-30066575, dan faks di 021-30066576.

NUR SAID
Foto Kecil Nur Said

Nur Said kelahiran di Temanggung Tahun 1974.
Menamatkan Sekolah Dasar Negeri I Katekan, kemudian melanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Assalam Kecamatan Karanggan, Temanggung. Usai tsanawiyah, Nur Said belajar ke Pesantren Al Mu’min Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. “Yang kami tahu Nur Said mondok di Ngruki,” tutur Subawadi.

Tempat Tinggal Nursaid di Dusun Katekan, Desa Katekan, Ngadirejo, berjarak 26 kilometer dari kota Temanggung. Kampung ini ditempati sekitar 500 keluarga, terletak di lereng Gunung Sindoro. Jalannya pun berkelok dan menanjak tajam. Penduduk desa rata-rata petani tembakau.

Benarkah dia pelakunya? Polisi masih menyelidiki. Semua masih serba mungkin. Sebab, jenis DNA dari kedua orang tua Nur Said mesti dicocokkan dengan serpihan tubuh yang ditemukan di dinding kaca dan tembok Hotel JW Marriott. Bom pada Jumat pekan lalu itu sedikitnya menewaskan sembilan orang dan 62 lainnya luka.

potongan kepala Nurhasdi
Begitu mendapatkan informasi bahwa pengebom Hotel JW Marriott diduga bernama Nur Hasdi yang berasal dari Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah, langkah cepat langsung ditempuh. Tadi malam dua petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri berangkat ke Temanggung. “Kami diperintahkan untuk mencari sampel DNA dari keluarga Nur Hasdi,” kata seorang dokter forensik yang bertugas di Mabes Polri kepada Jawa Pos kemarin (19/7).

Selanjutnya, sampel DNA keluarga Nur Hasdi dicocokkan dengan DNA potongan kepala dan tubuh yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

“Nanti, kami cocokkan dengan kepala yang ditemukan di Marriott,” katanya.

Awalnya, Polda Jawa Tengah berupaya mengundang keluarga Nur Hasdi ke Jakarta. “Itu juga diupayakan. Tapi, yang jelas, dua dokter kami sudah berangkat (ke Temanggung, Red),” tutur dia. Setelah didapat, sampel (bisa darah, rambut, atau liur, Red) akan diperiksa dan dicocokkan dengan potongan kepala itu,” lanjutnya.

Dia mengakui bahwa upaya merekonstruksi dan mencocokkan dengan wajah pengebom sangat rumit. “Kami sudah menerima foto-foto dari Densus 88. Jumlahnya 400-an foto. Dicocokkan kalau sketsanya jadi,” terang dia. Mengapa sketsa tersebut belum juga jadi? Bukankah sudah tiga hari? Menurut dokter polisi yang juga menangani kasus pengeboman Marriott pada Agustus 2003 itu, tingkat kerusakan wajah tersebut sangat parah.

“Berbeda dengan 2003, waktu itu dalam dua hari kami sudah bisa perkirakan sketsa wajah pengebom karena lebih utuh,” ungkapnya. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memang mengungkapkan bahwa kepala milik dua orang yang sangat diduga sebagai pengebom itu rusak berat “Batok kepalanya hancur,” ujar Kapolri Jumat lalu (17/7).

Apakah Nur Hasdi sudah dinyatakan sebagai tersangka? Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna membantah. “Belum ada penetapan nama tersangka. Semua informasi masih ditelusuri,” tutur dia kepada Jawa Pos di Media Crisis Centre kemarin.

Polisi juga mencocokkan potongan kepala itu dengan rekaman CCTV yang menunjukkan wajah tamu di kamar 1808 Hotel JW Marriott. “Dalam semua rekaman yang ada, orang yang dicurigai selalu bertopi. Dalam beberapa frame, dia menggunakan kacamata hitam. Jelas sekali dia sadar terekam CCTV,” papar sumber Jawa Pos di Mabes Polri.

Menurut sumber itu, pengebom Marriott diduga sudah berlatih dan melakukan simulasi tata cara menginap di hotel berbintang lima. “Itu teroris necis. Kalaupun dia orang lama, jelas ada mentor yang mengajarkan prosedur check-in di hotel dan sebagainya,” tegasnya. Pengebom juga tak canggung menggunakan travel bag dan paham benar prosedur menginap di hotel eksklusif.

Di bagian lain, kemarin para petinggi Bareskrim Mabes Polri rapat maraton di Mabes Polri. Rapat itu dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Pusat Identifikasi Brigjen Bekti Suwarno dan Kadensus 88 Brigjen Saut Usman Nasution. “Satu pintu, melalui humas,” ujar Bekti saat dikonfirmasi Jawa Pos tentang hasil rapat tadi malam.

Sumber Jawa Pos menjelaskan, dalam rapat itu Susno meminta seluruh penyidik mempercepat kerja. “Tak boleh ada HP mati,” ucapnya menirukan Susno. Susno juga meminta setiap tiga jam ada laporan terbaru dari penyidikan. “Kalau ada indikasi awal, langsung follow up. Jangan remehkan setiap informasi,” tegasnya menirukan Susno lagi.

Saksi Pusing Lihat Foto

Hingga tadi malam (19/7) penyidik Densus 88 Mabes Polri masih memeriksa para saksi mata secara intensif. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menjelaskan, total 35 saksi telah diperiksa. ”Jumlahnya mungkin masih bertambah,” katanya.

Sumber kuat Jawa Pos menuturkan, empat saksi kunci hingga kemarin masih diisolasi di sebuah kamar Hotel Ritz-Carlton. ”Mereka adalah orang-orang yang kami nilai paling tahu soal kemungkinan pelaku (bom bunuh diri),” ujar sumber tersebut.

Empat saksi itu adalah dua resepsionis hotel dan dua petugas security. ”Kami juga memperoleh kopi identitas dan keterangan tentang check in tamu kamar 1808 dari pengakuan mereka,” tuturnya. Sumber itu tidak mau menyebut identitas mereka dengan alasan keamanan penyidikan. ”Mereka bisa terancam,” lanjutnya.

Karena diburu waktu, penyidik akhirnya menyodorkan foto 460 aktivis Jamaah Islamiyah (JI) yang dimiliki Densus 88. ”Mereka mengaku pusing, bingung, dan lupa,” katanya. Padahal, polisi juga memboyong ahli sketsa bom ke ruang pemeriksaan di Hotel Ritz-Carlton.

Sebanyak 460 foto itu hasil pengumpulan lapangan selama sembilan tahun. ”Kalau mereka menunjuk salah satu gambar, ini akan sangat membantu,” ucap sumber tersebut.

Selain empat saksi tersebut, penyidik memeriksa para pegawai kedua hotel. ”Kami juga akan minta keterangan dari para tamu, terutama tamu Hotel JW Marriott,” terangnya.

Kamar 1808 yang diduga sebagai pos perencanaan bom bunuh diri diteliti ulang kemarin. Sebelumnya, di kamar itu ditemukan skema, sebuah ponsel, dan bom rakitan yang disimpan dalam tas laptop (Jawa Pos, 18/7). Kondisi kamar itu masih acak-acakan kemarin. ”Masih dibiarkan seperti awal,” katanya.

Irjen Pol Nanan Soekarna menjelaskan, temuan terkait kamar 1808 terus dikembangkan. ”Nomor ponsel itu bagian dari penyelidikan,” kata Nanan.

Seorang pegawai Hotel JW Marriott yang kemarin diperiksa menjelaskan, sebelum insiden bom, lantai 18 mayoritas dihuni warga asing. ”Saya juga belum pernah masuk ke (kamar) 1808 karena terpasang tanda Don’t Disturb di pintu,” katanya saat dicegat Jawa Pos di depan Hotel Ritz-Carlton.

Lalu, dari mana Anda tahu lantai 18 dihuni orang asing? Pria berusia 20 tahunan itu mengaku berkali-kali melihat penghuni kamar-kamar selain 1808. ”Tadi saya juga ditanya apakah pernah bertemu penghuni 1808. Saya jawab tidak pernah sama sekali,” katanya sambil buru-buru permisi karena tangannya digamit rekannya. ”Maaf Mas, kami tak boleh banyak omong sama manajemen (hotel),” tambahnya.

Sumber Jawa Pos di Mabes Polri menjelaskan, selain saksi di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton, penyidik memeriksa CCTV (closed circuit television) Jalan Lingkar Mega Kuningan. ”Kami tetap mencari kemungkinan ada mobil yang dropping tamu, lalu pergi,” katanya. Daftar mobil yang saat itu berada di basemen Ritz-Carlton dan JW Marriott juga sudah diperiksa.

Mabes Polri juga mengirimkan tim penyidik ke Singapura untuk mengembangkan informasi. Nanan tidak membenarkan, tapi juga tidak membantah. ”Apa pun langkah yang dianggap perlu oleh penyidik akan dilakukan,” ujarnya.

Nurhasbi pemuda berusia 35 tahun ini jebolan sebuah pesantren di daerah Jawa Tengah. Ketika bom meledak, petugas menemukan potongan tubuh Nurhasbi tercabik-cabik di lokasi kejadian. Hanya penggalan kepalanya bisa dikenali.

Dari olah TKP ini, Sabtu (18/7) malam polisi memeriksa ulang Bahrudin. Anggota jaringan ‘Kelompok Cilacap’ ditangkap pada 14 Juli lalu, dengan barang bukti sejumlah bom di rumahnya. Setelah polisi memperlihatkan sketsa wajah Nurhasbi, tersangka Bahrudin buka mulut. Ia mengaku bahwa pembom di Hotel JW Marriott itu adalah Nurhasbi.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyebut pelaku pengeboman berinisial N. Berdasarkan daftar tamu di Hotel JW Marriott, N memakai KTP anas nama Nurhasbi yang bertempat tinggal di RT 010/07 Kel.Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Namun KTP tersebut ternyata palsu, karena saat alamat tersebut dilacak, tidak ada nama Nurhasbi di RT 010/07 Kel.Pondong Pinang. Dengan KTP palsu ini, Nurhasbi berhasil menginap di kamar 1008 Hotel JW Marriott. Ia juga membayar tunai biaya sebesar 1.400 US dolar.

Selain Nurhasbi, salah seorang wanita yang diduga anggota jaringan teroris membawa bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton. Wanita ini tewas dengan kondisi tubuh hancur. Nurhasbi dan wanita teroris itu bagian dari delapan orang yang tergabung dalam ‘Kelompok Cilacap’.

Jaringan ini sering bertemu di rumah Baharudin di Desa Pasuruhan, Cilacap, Jawa Tengah. Bahkan, gembong teroris asal Malaysia, Noordin M.Top juga sering bertandang ke tempat ini.
Saat bom meluluhlantahkan sebagian ruangan di kedua hotel bintang lima milik pengusaha Amerika dan Indoensia ini, mereka telah menyiapkan semuanya dengan matang. Dengan dana besar yang dicurigai berasal dari luar negeri, tidak masalah bagi kelompok yang termasuk dalam Jaringan Jamaah Islamiyah ini menginap di hotel mewah dan mahal sekali pun.
Hal itu diakui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Chryssanda mengakui pelaku dibiayai jaringan teroris internasional karena mampu menginap di hotel mewah dan mahal.

info dari berbagai sumber

nurhasbi
Foto Nurhasbi alias Nuri Hadi alias Nur Sahid

siapakah Nurhasbi alias Nuri Hadi alias Nur Sahid pada saat tanggal 15 Juli 2009 terdaftar sebagi penghuni kamar 1808 di kamar hotel mewah JW Marriot.

Nur adalah anak dari Muhammad Nasir (60) yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tinggal di RT01 / RW03 Dusun Katekan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, di kawasan timur lereng Gunung Sindoro.

Muhammad Nasir (60), ayah Nur Sahid, tidak yakin anaknya terlibat aksi terorisme yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 lainnya pada Jumat, 17 Juli lalu di JW Marriott dan Ritz Carlton, pada pukul 07.47 WIB itu.

“Saya harap itu bukan anak saya, saya harapkan itu kabar keliru,” kata didampingi seorang dari enam anaknya, Safrudin (31), di Temanggung, kemarin.

bom-teroris
Gambar saat Peledakan yang di duga adalah Nurhasbi

Ia mengatakan, Nur yang merupakan anak ketiga dari enam anaknya itu lahir pada 24 Juli 1974. Sejak tahun 2001, Nur tidak pulang ke rumah bersama isteri dan dua anaknya.

Nur menikahi isterinya pada 1999, setelah menjalani pendidikan di sebuah pondok pesantren di Temanggung. Setelah pernikahan itu, pria yang disebut-sebut jebolan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, asuhan Abu Bakar Ba’syir itu, tinggal di rumah mertuanya di Klaten, Jateng.

“Sebelum Tahun 2001, sering pulang ke rumah, apalagi saat Lebaran, tetapi setelah itu kami tidak tahu,” katanya. Pihak keluarga beberapa waktu lalu pernah mencari keberadaan Nur Sahid termasuk menemui pihak besan di Klaten.

Keluarga di Klaten juga tidak mengetahui keberadaan Nur Sahid dengan isteri dan dua anaknya setelah tahun 2001. “Kami mendapat kabar kalau Nur menjadi tukang duplikat kunci di Semarang, kami mencarinya tetapi tidak menemukan, keluarga Klaten juga mengatakan mereka tidak pernah pulang,” katanya.

Saat ini keluarga Muhammad Nasir telah menghilang yang kemungkinan di bawa oleh Polisi, menurut tetangga sekitar keluarga Muhammad Nasir di jemput enam orang dan di bawa pergi, dan saat berita ini ditulis rumah Muhammad Nasir kosong.

info dari berbagai sumber

berburu babi hutan di Kampung Gondangan dekat Kedoe1901

Judul berburu babi hutan di Kampung Gondangan dekat Kedoe Temanggung
Tahun pembuatan 1901

untuk melihat Foto Temanggung Jaman Dulu Kadang Temanggung bisa melihatnya di
Fotografi

Terima kasih mas fuadi lkirom yang telah memberikan ide tentang Foto Temanggung Jaman Dulu dan setelah penulis mengumpulkan beberapa foto yang di dapat dari website belanda karena ada puluhan saya akan posting secara berkala di temanggung city

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.