Penemuan Candi di Temanggung
June 8, 2009
Penemuan Batuan candi diduga peninggalan zaman kerajaan Mataram Hindu yang terkubur ratusan tahun lalu akibat letusan Gunung Sindoro.
Batuan candi yang ditemukan itu nampak lebih muda dan modern dibanding dengan candi-candi lainnya. Juga masih diteliti kemungkinan kaitan situsnya dengan Candi Perot di Desa Prangapus, tak jauh dari Purbosari.
Batu-batu candi yang masih tersusun rapi itu, baru-baru ini ditemukan masyarakat Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo saat mereka menggali pasir. Dusun ini terletak di lereng Gunung Sindoro, sekitar 28 km arah barat laut kota Temanggung.
Semua batu itu ditemukan Misdi (28 tahun) buruh penggali pasir. Pada kedalaman 1,5 meter cangkulnya terantuk batu, Misdi pindah mencangkul sejauh 1 km dari tempat semula.
Lagi-lagi cangkulnya membentur batu. Ia gali lebih dalam, ketemu batu tersusun rapi mirip tembok pembatas. Misdi menceritakannya pada warga lain. Mereka melanjutkan penggalian, sampai menemukan batu tersusun 1 meter sepanjang 5 meter.
Sebagian batu itu sudah terlepas dari susunannya, dan dijadikan tangga jalan di depan rumah Sucipto. Bentukya sama segi empat memanjang mirip cor-coran semen.
Batu itu tertata membentuk dinding, di sebelahnya ada yang tertata mirip lantai dengan ukuran lebih kecil berupa segi empat sama sisi.
Semuanya ada 14 benda, ada yang berbentuk lumpang (lingga), ada juga sejumlah patung berbagai bentuk.
Salah satu temuan berupa patung, katanya, tertulis angka 1257 dengan huruf Jawa. “Mungkin menyebut angka tahun pembuatan”
Menurut beberapa pemuka masyarakat desa, kemungkinan bebatuan itu bekas bangunan Kadipaten Pesuruh. Sebab, berdasarkan ceritera, di daerah (Liyangan) itu secara turun temurun berdiri Kadipaten yang ditinggal olah rajanya sehingga terbengkelai.
Sebelumnya, masyarakat pernah menemukan beberapa arca dan potongan batu candi
Info dari beberapa sumber





email biantoro1978@gmail.com


June 26, 2009 at 5:04 pm
wah.. sungguh ajaib negeriku indonesia, selain beragam suku bangsa dan budayanya, ternyata kaya juga dengan peninggalan kekayaan masa silamnya, baik berupa candi2,yoni,lingga,tembikar,keramik dan peninggalan2 lainnya,dengan begitu kita bisa tahu bahwa betapa besar kekayaan yang dimiliki oleh bangsa INDONESIA. Andai saja pemerintah bisa membangun kembali peninggalan kebudayaannya pada masa silam dengan sempurna tentu Indonesia akan menjadi pusatnya ilmu pengetahuan bagi dunia.
July 11, 2009 at 7:58 am
Alam sedikit dami sedikit akan membuka sebenarnya Temanggung yang INDAH ini…………,Mudah – mudahan di jaga dan selalu di lestarikan untuk anak cucukita kelak
July 15, 2009 at 12:06 pm
ra nyono nek neng temanggung ono candi neng kok ak dw wong temanggung kok ora ngerti,trus piye pemerintah kota temanggung ki do turu wae po piye
December 14, 2009 at 5:08 pm
PASIRE RA DI GALI WAEEEEE, KALIDERES BANJIRRRRRRR,GENDENGAN NDAK LONGSORRRRRRRR, PAHAM ORA JAN’E
December 22, 2009 at 5:04 am
mantap tuh
December 26, 2009 at 5:22 am
OH ,LIYANGAN TO,,,,DEKET MA OMAHE INYONG KANG,,,,,,ALIAS TONGGO DESO,,,,,AND HIDUP TEMANGGUNG BERSENYUMMMMM,,,,,THE END
December 26, 2009 at 5:29 am
EE,,ANTON ,,,,LEH NGGAALI KUWI DONG RAA NANG KALI ,,,,,,TAPI ORANG2 NGGALINE NANG PASIR DARAT KANG ALIAS NANG LADANG…..NEK WEDDI LONGSOR KOWE PINDAAH WAAE KANG ,NGGENDENGAN DESO CILIK ,MENGKO NEK LONGSOR DI GOWO BANJIR,MALAH ,MATI KABEH,,,DESO KOYO NGONO DI HUNI,,UUUUUU
April 28, 2010 at 4:57 am
kereeeeennnnnnnn mas……….yooooo….
May 30, 2010 at 3:56 am
hebat ya wong mbiyen ,joz….
July 7, 2010 at 3:38 am
penemuan candi di temanggung yang terkubur pasir setinggi sekitar 25 m menunjukkan bahwa dulu pernah ada sebuah peradaban yang begitu maju.
July 7, 2010 at 3:39 am
candi tersebut masih begitu sederhana dan tidak ada ukirannya, shg bisa dipastikan usianya lebih tua dari borobudur.
May 26, 2011 at 2:48 pm
Take care of digging the temple. It makes Temanggung famous
October 28, 2011 at 3:40 pm
sebagai warga temanggung yang baik kita wajib menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah tersebut…
tak lupa sebagai pemerintah kabupaten temanggung yang baik dan bertanggung jawab harusnya lebih tanggap dan peka terhadap lingkungan sekitar…
February 4, 2012 at 7:25 am
peradaban kebudayaan Jawa hindu nan agung sedikit demi sedikit dikeluarkan ibu pertiwi… JASMERAH, jgn sekali” melupakan sejarah…..